Berita

Sekeluarga Disambar Petir: Gubuk Berasap, Bayi di Ayunan Selamat

TAPTENG, FaseBerita.ID – Peristiwa sambaran petir yang menimpa sekeluarga di Desa Sihatbangan Kecamatan Barus Utara, menyisakan duka bagi keluarga.

Hingga kemarin, jenazah Nurlela Marbun (30) masih disemayamkan di rumah duka di Desa Aek Dakka, Kecamatan Barus Utara. Sementara suaminya Perlianto Nadeak (33) terlihat sudah mulai pulih. Meski begitu ia masih enggan diajak bicara. Sedangkan Luki Nadeak (7) masih mendapat perawatan di salah satu rumah keluarganya.

Sedangkan rumah duka hingga kemarin sore, terus didatangi sejumlah kerabat dan keluarga yang mengucapkan bela sungkawa atas musibah yang menimpa korban.

Menurut salah seorang warga, Hendrik Limbong (57) menceritakan bahwa sebelum kejadian Perlianto yang merupakan warga Aek Dakka, Kecamatan Barus, bersama istri dan kedua anaknya sedang berteduh di gubuk sawah menunggu hujan reda. Sore itu, Senin (18/11/2019) sekira pukul 17.00 WIB, mereka baru saja menanam padi di sawah.

“Sekira pukul 17.00 WIB, korban Nurlela bersama rekan-rekannya menaman padi. Lantas hari pun hujan. Rekannya itu menyarankan agar Nurlela dan keluarga pulang saja. Namun korban mengaku akan menunggu suaminya menjemput sembari menunggu hujan reda,” terang Hendrik.

Tak lama kemudian, Perlianto pun tiba dan mereka sekeluarga berteduh di gubuk yang berada di sawah.

“Namun tak disangka, petir menyambar ke arah pondok. Keluarga itu terpental keluar dari pondok akibat sambaran petir. Namun malang tak dapat ditolak, Nurlela menjadi korban.”

Disebutkan, Nurlela menjadi sasaran petir sore menjelang malam itu. Sementara suaminya hanya terkena cipratan, sehingga masih sempat berteriak minta tolong dan melumuri dirinya dengan lumpur sawah.

Salah seorang warga bernama Devi Limbong yang melihat kejadian langsung mendekati lokasi. Ia melihat gubuk dan lokasi dipenuhi asap. Devi pun langsung menyelamatkan balita yang masih berada di ayunan dalam pondok dan membawanya ke perkampungan serta meminta tolong kepada warga sekitar.

Tak lama kemudian, petani lainnya mendekati lokasi dan berusaha memberikan pertolongan kepada Nurlela. Namun sayang, nyawa korban tak terselamatkan.

“Hanya suami korban dan dua anaknya yang sempat kita tolong. Namun ajaibnya, anak bayi korban itu tidak terkena petir sama sekali. Padahal kalau dilihat, gubuk itu sampai berasap saat kejadian. Memang ajaiblah,” ujar salah seorang warga sekitar.

Sementara informasi yang dihimpun dari kerabat korban Arham Marbun (34), jenazah Nurlela Marbun akan dikebumikan pada Kamis (21/11/2019) setelah disemayamkan di rumah duka di Aek Dakka. “Dimakamkan hari Kamis. Sementara kondisi suaminyabelum pulih total,” ujarnya singkat. (gp)

Tags

Berita lainnya

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
Close