Berita

Sejumlah Ketua Partai Titip Pesan Kepada Asner Silalahi

FaseBerita.ID – Pasangan Balon Walikota dan Wakil Walikota Asner Silalahi – Susanti Dewayani menggelar pertemuan dengan sejumlah ketua-ketua partai di Kota Pematangsiantar dengan agenda silaturahmi dan penyatuan presepsi dalam kerangka membangun Kota Siantar yang lebih baik.

Pertemuan yang digelar di Siantar Hotel pada Kamis (20/8) pagi tersebut dihadiri oleh para pengurus Partai Perindo, PKB, PPP dan Partai Bulan Bintang. Mengawali pembicaraan, Asner Silalahi bersama Susanti terlebih dulu memperkenalkan diri serta menyampaikan pengalaman kerja dan visi misinya kelak duduk menjadi Walikota Pematangsiantar.

Asner Silalahi mengungkapkan, sebelumnya ia bekerja sebagai PNS di Kementerian PUPR dan ditempatkan di daerah Papua dan Sumatara. Dengan bekal ilmu pendidikan di bidang infrastruktur, Asner Silalahi telah memiliki banyak pengalaman dalam membangun infrastruktur di daerah.

“Setelah berpuluh tahun bertugas di berbagai daerah, saya memiliki kerinduan untuk kembali ke tanah kelahiran saya di Kota Pematangsiantar. Saya memiliki banyak impian bagaimana Kota Siantar ini bangkit dan maju serta meningkatkan infrastruktur yang terintegritas,” jelas Alumi SMAN 1 Pematangsiantar ini.

Sementara itu, Susanti Dewayani yang memiliki latar belakang kesehatan, juga menyampaikan bahwa pengalaman dirinya sebagai PNS di Pemko Siantar menjadi acuan baginya bagaimana memperbaiki bidang kesehatan di Kota Siantar.

Dalam kesempatan itu, Ketua Partai Perindo Kota Pematangsiantar Minten Saragih menyampaikan bahwa silaturahmi Asner Silalahi-Susanti Dewayani dengan pengurus partai-partai politik yang tidak memiliki kursi di DPRD merupakan hal yang positip untuk menyampaikan masukan-masukan untuk kebaikan bersama.

“Silaturahmi ini digelar supaya tidak ada perbedaan di antara kita. Sebab Kota Siantar ini adalah kampung kita sendiri. Jadi kita harus bergandeng tangan bagaimana Siantar ini dapat lebih maju,” ujar Minten Saragih.

Minten juga berharap kepada Asner Silalahi, supaya kelak Kota Siantar yang dulunya dikenal sebagai kota pendidikan dan kota agrobisnis, dapat dikembalikan lagi marwahnya. Menurut Minten, saat ini kondisi Pendidikan di Kota Siantar sangat menurun sehingga perlu ada terobosan-terobosan Walikota nantinya untuk membangkitkan pendidikan di Kota Siantar. Selain itu, kondisi infrastruktur agrobisnis di Siantar juga sangat memprihatinkan.

“Kita ketahui, banyak masyarakat dari luar Kota Siantar datang membawa dagangannya. Seperti dari Saribudolog Kabupaten Simalungun dan barang yang mereka bawa kemudian dibeli oleh warga dari Asahan. Jadi di Siantar ini pusat pebisnis jual beli agrobisnis dari luar kota,” jelasnya.

“Jadi kami-kami ini semua siap mendukung. Dan kami juga tidak mau jadi penonton yang walaupun tidak memiliki kursi di DPRD.Tapi kami siap untuk bergadeng tangan bersama dengan Asner Silalahi,” ujar Minten Saragih.

Sementara itu, Ketua PKS Kota Siantar Abdul Hamid Sembiring menyerukan dalam pertemuan itu bahwa untuk memajukan Kota Siantar dibutuhkan tekad yang kuat untuk bersatu.

“Kita harus bersatu, sabab kalau berbeda tidak ada artinya,” terangnya.

Abdul Hamid Sembiring juga mengharapkan kepada Asner Silalahi agar memperhatikan UMKM khususunya di bidang kuliner.  “Kita berharap agar lokasi-lokasi kuliner di Kota Siantar dapat ditata lebih baik lagi sehingga warga dari luar kota tidak bingung untuk mencari makan. Artinya bila di desain dengan bagus, tentu bisa menjadi wisata kuliner dan perekonomian masyarakat juga meningkat,” jelasnya.

Kemudian Hasanuddin Nasution selaku ketua PKB Kota Siantar mengatakan bahwa pihaknya siap mendukung seluruh program pemerintah yang bertujuan untuk membangkitkan kota Siantar.

Hasanuddin Nasution mengakui bahwa kondisi Sianar saat ini jauh tertinggal dengan kota-kota lainnya. Hal ini disebabkan lemahnya pemerintah daerah dalam menjali komunikasi yang baik dengan pemerintah pusat dalam hal membawa anggaran ke Kota Siantar.

“Memang kalau hanya mengandalkan APBD, tidak sanggup. Tapi harus disokong oleh Pemerintah Pusat dan investor-investor,” jelasnya.

Hal yang sama disampaikan Ketua Partai PPPP  Kota Siantar Agu Suheri Siahaan bahwa Kota Siantar ini perlu dilakukan perubahan yang maksimal.

“Saya sudah dengar pemaparan visi misi Bapak Asner. Jadi kalau misi visi itu dilaksanakan, saya yakin Siantar pasti bangkit dan maju,” terangnya.

Sementara itu, Ketua Partai Bulan Bintang Kota Siantar Suwito menitipkan harapan kepada Asner supaya nantinya Poskamling kembali dihidupkan di kelurahan-keluarahan. Sebab sudah begitu banyak tindakan kriminal yang terjadi di Kota Siantar. Sementara kalau mengandalkan polisi tidak cukup karena keterbatasan personel. Selain itu, Suwito juga berharap agar pelaku bisnis di Siantar dapat dibina dan dikembangkan sehingga Siantar tidak menjadi kota yang konsumtif yang produknya dari luar semua.

“Kalau masyarakat berpikir, bagaimana supaya bisa membangun bisnis. Tapi setelah bisnisnya dibangun, maka datanglah pemerintah dengan menanyakan berbagai macam izin. Padahal harusnya pemerintah melakukan pembinaan dulu agar bisnis masyarakat itu dapat berjalan dan berkembang,” terangnya.

Pemimpin Itu Harus Berani Mengambil Keputusan

Seluruh masukan dan ide yang disampaikan ketua-ketua partai tersebut kemudian menjadi catatan bagi Asner Silalahi.

“Saya sudah banyak mendengar masukan dan ide dari ketua-ketua partai. Baik itu tentang kemacetan lalu lintas, kondisi infrastruktur olah raga, pendidikan,penanganan banjir, kesehatan dan bidang lainnya. Inilah menjadi tugas kami nantinya dan ini bisa terlaksana kalau kita bergandeng tangan untuk membangun Kota Siantar,” ujar Asner Silalahi didampingi Susanti Dewayani.

“Saya sangat berterimakasih dan terharu bisa satu meja dan berdikusi dengan bapak sekalian.  Menurut saya, pemimpin itu harus berani mengambil keputusan. Saya percaya, kalau tujuannya untuk membangun Kota Siantar, semuanya mendukung,” katanya.

Jika nantinya duduk sebagai Walikota Siantar, Asner Silalahi menegaskan akan merangkul semua tokoh agama, tokoh budaya dan masyarakat agar seluruh program pemerintah bisa terlaksana dengan baik.

Asner mengakui APBD di Kota Siantar sangatlah kecil dan kalau hanya itu yang dipakai maka pembangunan akan jalan ditempat. Itu sebabnya Walikota Itu harus bisa seperti multi marketing dengan menjual program kepada kementerian-kementerian supaya anggarannya dapat diberikan ke Siantar.

“Kebetulan saya bertugas di Kementerian PUPR, sehingga sedikit banyaknya mengetahui bantuan apa saja yang bisa dibawa ke Siantar. Baik itu dari Kementerian Perdagangan, Pariwisata, Kementerian PUPR dan kementerian lainnya. Intinya, kalau kita satu hati, satu pandangan terkhusus dengan lembaga legislatif  maka kita juga akan mudah bekerja sama dengan pemerintah pusat. Yakinlah, segala sesuatu masalah bila didiskusikan dengan baik maka hasilnya akan baik,” tutup Asner Silalahi. (pra)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button