Berita

Sejak Pendemi Covid-19, Perkara Pidana Masuk ke Kejari Simalungun 316 Berkas

FaseBerita.ID – Sejak Covid-19 terhitung Maret hingga September 2020, jumlah perkara yang masuk ke Kejari Simalungun mencapai 316 berkas.

Berkas perkara pidana itu mulai dari Surat Pemberitahuan Dimulai Penyidikan (SPDP) hingga tahap II.

Kasi Pidum Irvan Maulana ditemui, Rabu (30/9) menerangkan, meskipun pendemi sedang melanda Indonesia termasuk Simalungun, namun berkas kasus yang masuk sama saja atau tidak ada pengurangan.

“Sama saja. Masih ramai juga,” kata Kasi Pidum Irvan Maulana ditemui, Rabu (30/9).

Perkara sebanyak itu, dengan perincian SPDP mencapai 316 perkara.  Kemudian perkara tahap II (penyerahan berkas) 314 perkara sudah termasuk perkara terpisah (splitsing).

“Sampai saat ini tidak ada perkara P19 yang terbengkalai dan jika penyidik melakukan SP3 (Surat Perintah Pemberhentian Penyidikan) wajib mengirimkan surat pemberitahuan kepada kejaksaan untuk diisi di dalam kolom keterangan,” sebut Irvan Maulana.

Sementara di kepaniteraan pidana Pengadilan Negeri Simalungun melalui Panmud Pidana Jhonatan Sinaga, perkara pidana yang masuk sejak Pandemi Covid-19 Maret s/d September mencapai 321 berkas dan itu sudah termasuk perkara Tipiring (tindak pidana ringan).

“Perkara sebanyak itu termasuk kejahatan kesusilaan (cabul), narkotika, pencurian, pembunuuan, perampokan, pencemaran nama baik dan perkara yang paling menonjol menurut adalah narkotika,” ujar Jhonatan Sinaga. (ros)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button