Berita

Sebut Dalihan Na Tolu saat Debat Ma’ruf Amin Wakili Masyarakat Tabagsel

SIDIMPUAN, FaseBerita.ID – Cawapres nomor urut 01 KH Ma’ruf Amin dalam debat, menyampaikan keinginan membangun jatidiri bangsa melalui kearifan lokal masing-masing daerah di Indonesia.

Salahsatunya nilai Dalihan Na Tolu. Mora anakboru dan kahanggi (Monang) Jokowi-Amin, mewakili masyarakat Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel) sepakat bahwa nilai itu harus terus dilestarikan sebagai satu konsep membangun Indonesia khusunya daerah ini, yang majemuk.

Pada saat debat yang dihelat di The Sultan Hotel Jakarta, Minggu (17/3) kemarin. Ma’ruf AmiN menuturkan, nilai-nilai kehidupan dari kearifan lokal bisa menjadi nilai kehidupan berbangsa dan ber-Tanah Air.

“Kami akan terus mengembangkan budaya nasional, terutama juga kearifan lokal. Kita punya Dalihan Na Tolu, Pela Gandong, Rumah Betang,” ucapnya.

“Di dalam rangka membangun jati diri bangsa, membangun toleransi dan gotong royong, karena itu kita kembangkan menjadi nilai kehidupan,” imbuh mantan Ketua MUI itu.

Ketua Dewan Pengarah Monang Jokowi-Amin Tabagsel, Muhammad Iqbal Harahap menerangkan, konsep Dalihan Na Tolu seperti segitiga sama sisi dalam sistim kekerabatan masyarakat Tabagsel. Ada Mora, Kahanggi dan Anakboru.

“Somba marmora, Elek maranakboru dan Manat markahanggi. Artiannya, Pak Jokowi itu Moranya kita, dan kita harus Somba atau menghormati beliau. Dan disini pertuturan terbangun, hingga turunannya mora ni mora, pisang raut dan sebagainya,” kata Iqbal didampingi Halomoan Harahap sebagai Ketua Umum Monang Jokowi-Amin, relawan pemenangan yang membawa Dalihan Na Tolu sebagai nama Monang itu.

Kemudian kata keduanya, Dalihan Na Tolu juga menjadi falsafah dalam hubungan kekerabatan khususnya di Tabagsel. Membangun daerah yang majemuk, berbagai agama dan ragam sub etnisnya. Dengan falsafah ini juga, kemudian menurunkan Holong (Kasih sayang) antar sesama dan hapantunon (Adab) antara Mora, Anakboru dan Kahanggi. (tim)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button