Berita

Sebelum Meninggal, Ini Perjalanan Karir Politik Eliakim Simanjuntak

FaseBerita.ID – Mantan Ketua DPRD Siantar Periode 2014-2019,  Eliakim Simanjuntak meninggal dunia di RSUD Djasamen Saragih, Selasa (8/9/2020) malam.

Sebagaimana diketahui, bahwa Eliakim Simanjuntak adalah tahanan Hakim PN Pematangsiantar yang ditahan di Polsek Siantar Timur, Polresta Siantar.

Kapolsek Siantar Timur Rudi Panjaitan membenarkan kabar duka itu. Ia mengatakan, selama ini, Eliakim merupakan salah satu tahanan titipan di Rumah Tahanan (Rutan) Polsek Siantar Timur selama 120 hari oleh Majelis Hakim PN Siantar atas ada permasalahan hukum yang sedang ia hadapi.

Iptu Rudi menjelaskan, selama menjadi tahanan titipan di Polsek Siantar Timur, Eliakim sudah beberapa kali menjalani perawatan di rumah sakit.

“Kalau tidak salah, yang bersangkutan ada tiga kali sudah opname di rumah sakit,” terang Iptu Rudi.

Terakhir, lanjut Iptu Rudi, seminggu lalu Eliakim juga menjalani opname di rumah sakit umum karena selama ini sudah mengidap sejumlah penyakit.

Christianto Situmorang, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Siantar yang menangani kasus Eliakim membenarkan kabar duka itu.

Almarhum Eliakim diketahui mendekam di rumah tahanan polisi (RTP) Mapolsek Siantar Timur. Pria berkepala plontos itu terjerat kasus perjudian jenis toto gelap (togel). Dan, kasusnya masih berlangsung di Pengadilan Negeri (PN) Siantar.

Perjalanan Karir Politik Eliakim

Perjalanan karir politik Eliakim Simanjuntak menarik untuk dikupas. Sebelum terjun ke dunia politik, Eliakim malang melintang dalam dunia perniagaan, mulai dari nganvas bahan-bahan pokok hingga menjadi agen jual beli kendaraan bekas.

Sukses dalam berniaga, ia kemudian terjun ke dunia politik.

Dia pernah menjejakkan kakinya di Partai Pemuda Indonesia (PPI). Bersama Hulman Sitorus (almarhum), Eliakim Simanjuntak membesarkan partai besutan Hasanuddin Yusuf dan Boston Manurung itu di Kota Pematang Siantar.

Lewat perjuangan politik itu, PPI memeroleh satu kursi di DPRD Kota Pematang Siantar periode 2009-2014 dan mendudukkan Hulman Sitorus sebagai wakil rakyat.

Perjuangan mereka tak sampai disitu. Berhasil meraih kursi di DPRD Siantar membuat almarhum Hulman Sitorus semakin percaya diri dan mencoba peruntungan politik ikut Pilkada Siantar 2010. Dan berhasil.

Hulman Sitorus yang berpasangan dengan Koni Ismail Siregar (HOKI) berhasil memenangkan pertarungan pilkada 2010 menjadikannya Walikota Siantar periode 2010-2015.

Setelah menjadi Walikota Siantar, PPI kemudian menghunjuk Chondri Luhut Silitonga sebagai Anggota DPRD Siantar Pengganti Antar Waktu (PAW) Hulman Sitorus di DPRD Siantar.

Posisi itu seyogiyanya ditempati Eliakim Simanjuntak, sebagai calon legislatif (caleg) peraih suara terbanyak kedua setelah Hulman Sitorus.

Namun, hal itu tidak terjadi karena Eliakim Simanjuntak ikut jejak Hulman Sitorus menyeberang ke Partai Demokrat.

Namun tiga tahun menjabat, terjadi gejolak politik.

Sebanyak 19 Anggota DPRD Siantar menandatangani mosi tak percaya terhadap Eliakim. Hingga akhirnya, pada 6 Oktober 2017, Eliakim turun tahta.

Posisi politisi berkepala plontos itu digantikan Marulitua Hutapea, koleganya di Demokrat. Sejak lengser dari posisi Ketua DPRD, Eliakim pun menghabiskan sisa jabatannya di DPRD sebagai anggota biasa.

Selanjutnya, di Pemilu 2019, Eliakim kembali mencoba peruntungannya. Namun sayang, Eliakim tak terpilih lagi. Dia kalah dari calon legislatif lainnya dari Demokrat.

Sejak itu, tak hanya karir politiknya yang kandas, Eliakim juga terjerat kasus hukum. Dia tertangkap tangan bersama mantan Anggota DPRD Siantar lainnya Rudolf Hutabarat, pada 7 Mei 2020. Keduanya terseret kasus perjudian jenis toto gelap (togel).

Setelah ditetapkan sebagai tersangka, Eliakim kemudian ditahan di rumah tahanan polisi (RTP) Mapolsek Siantar Timur. Dia dititipkan di sana karena Lembaga Pemasyarakatan Klas IIA Pematang Siantar tidak menambah tahanan di masa pandemi covid-19.

Sebelum akhir hayatnya, Eliakim masih sempat menjalani sidang di Pengadilan Negeri (PN) Pematang Siantar.

Hingga akhirnya, penyakitnya yang sudah komplikasi kambuh hingga akhirnya meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Djasamen Saragih. (ros/btm/int)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button