Berita

Satu TPS Bermasalah, KPU Psp Segera Lakukan Pemungutan Suara Ulang

SIDIMPUAN, FaseBerita.ID – Pihak KPU Kota Padangsidimpuan harus melakukan pemungutan suara ulang di salah satu TPS yang ada di Kelurahan Wek I, Padangsidimpuan Utara. Pasalnya ditemukan, ada yang menggunakan C6 (undangan memilih) yang sama, sehingga mengganggu hasil perolehan suara yang semestinya.

“Iya, kita sudah dapat rekomendasi dari Bawaslu untuk melakukan pemungutan suara ulang di TPS 10, Kelurahan Wek 1, Kecamatan Padangsidimpuan Utara,” ungkap Ketua KPU Kota Padangsidimpuan Tagor Dumora Lubis, Jumat (19/4).

Tagor menjelaskan, hal tersebut terjadi karena ada oknum yang dengan sengaja menggunakan C6 yang bukan miliknya dan tidak terverifikasi oleh pihak KPPS setempat.

“Akibat dari persoalan tersebut jelas sangat mempengaruhi hasil perolehan suara. Dan sudah diberitahukan kepada Bawaslu, lalu direkomendasikan untuk pemungutan suara ulang,” jelasnya.

C6 yang disalahgunakan tersebut, terang Tagor, yang sebenarnya adalah milik Pasangan Suami Istri setempat. Namun, setelah dicek, sebelum Pasangan Suami Isteri itu datang mencoblos, sudah ada orang lain yang lebih dulu datang dan mencoblos menggunakan C6 milik mereka.

“Dan setelah kita lihat, C6 yang digunakan oleh orang yang sebelumnya adalah hasil foto kopi. Dan yang digunakan Pasutri yang belakangan hadir adalah yang asli,” tukasnya dan menyebut kesalahan KPPS yang kurang teliti.

Untuk waktu kapan pelaksanaan pemungutan suara ulang dilakukan, Tagor masih akan memplenokannya bersama komisioner dan pihak penyelenggara lainnya.

“Kalau untuk pelaksanaannya, sesuai dengan aturan yang ada yaitu paling lama 10 hari setelah pelaksanaan pemilu,” sebutnya dan sudah berkoordinasi dengan KPU Sumut untuk masalah kebutuhan logistik dan lainnya.

Hal yang sama juga disampaikan Komisioner Bawaslu Kota Padangsidimpuan Rahmat Aziz Hasiholan Simamora, akibat hal tersebut, pihaknya merekomendasikan kepada KPU untuk dilakukan pemungutan suara ulang.

“Iya benar, sudah kita rekomendasikan PSU (Pemungutan Suara Ulang) di satu TPS di Kecamatan Padangsidimpuan Utara. Dan kami juga sedang mengumpulkan informasi untuk melakukan penyelidikan, ada atau tidak tindak pidana pemilu yang dilakukan pada persoalan tersebut,” pungkasnya.

Selain Padangsidimpuan, ada tiga kabupaten/kota di Sumatera Utara berpotensi menggelar pemungutan suara ulang (PSU) Pemilu 2019.
Hal tersebut dikatakan Ketua Bawaslu Sumatera Utara, Syafrida R Rasahan, Kamis (18/4).

Saat ini, kata Syafrida pihaknya masih melakukan inventarisasi permasalahan-permasalahan yang muncul pada proses pemungutan suara pemilu 2019 di Sumatera Utara.

Permasalahan-permasalahan tersebut akan dibahas untuk menghasilkan rekomendasi-rekomendasi yang akan dilaksanakan oleh jajaran KPU Sumatera Utara. “Ada empat kasus yang berpotensi PSU, masih potensi karena belum kami putuskan,” ujarnya.

Dia mengurai kasus-kasus tersebut terjadi di Kota Medan, Mandailing Natal, Padangsidimpuan dan Kabupaten Dairi. Kasus yang terjadi di Kota Medan yakni penggunaan KTP elektronik untuk mencoblos oleh sejumlah pemilih.

“Padahal dalam aturan boleh memang menggunakan KTP elektronik, namun orangnya harus tercatat sebagai warga pada tempatnya mencoblos. Ini dari luar Medan. Makanya kita sudah instruksikan agar Bawaslu Medan melakukan penelusuran apakah ini dimobilisasi atau bagaimana,” ujarnya.

Kasus lain terjadi di Mandailing Natal dimana petugas mereka menemukan adanya penggunaan C6 milik orang lain oleh anak yangmasih tergolong di bawah umur. Hal yang hampir sama juga terjadi di Padangsidimpuan dan Dairi dimana pengguna C6 fotocopy diterima oleh KPPS untuk mencoblos. “Namun ternyata pemilik aslinya datang,” pungkasnya. (yza/ps/int)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button