Berita

Satu Tahanan Kabur dari Rumah Sakit, Warga Psp

SIBOLGA, FaseBerita.ID – Kaburnya salah satu tahanan Kejari Sibolga dari Rumah Sakit FL Tobing Sibolga, Senin (4/11/2019) pagi akhirnya dilaporkan ke Polres Sibolga. Laporan disampaikan langsung oleh JPU Donny Doloksaribu.

Kapolres Sibolga AKBP Edwin Hariandja saat dikonfirmasi melalui Kasubbag Humas Iptu Ramadhansyah Sormin, Senin (4/11/2019) malam membenarkan adanya laporan yang diterima pihaknya dari kejaksaan. “Benar, kita ada menerima laporan terkait seorang tahanan yang kabur dari rumah sakit. Pelapornya pegawai kejaksaan atas nama Donny M Doloksaribu,” kata Sormin menjawab wartawan.

Usai menerima laporan, lanjut Sormin, pihaknya akan melakukan penyelidikan guna mencaritahu keberadaan terdakwa. “Kita lidik untuk mencari tersangka,” ungkapnya.

Ditanya terkait pengamanan dari Kepolisian terhadap terdakwa selama menjalani perawatan di rumah sakit, Sormin membantah kalau pihaknya pernah dilibatkan oleh pihak Kejaksaan. “Kita gak pernah diminta untuk membantu pengamanan tahanan selama di rumah sakit. Kalau pihak Kejaksaan meminta, kita dari Kepolisian pasti akan melakukan pengamanan,” pungkasnya.

Tanggungjawab Jaksa

Sementara KPLP Lapas Sibolga Gusti mengatakan bahwa terdakwa atas nama Faisal Rizal Siregar masih berstatus A3 atau tahanan pengadilan. Meski berstatus tahanan pengadilan, namun untuk penahanan merupakan tanggungjawab kejaksaan. “Kalau A1 kan tahanan polisi, kalau A2 tahanan kejaksaan, A3 adalah tahanan pengadilan. Tapi yang bertanggungjawab untuk menitipkan, ngebon, ya jaksalah,” kata Gusti.

Baca sebelumnya: Terdakwa Narkoba Kabur dari Rumah Sakit

Menurutnya, terdakwa dijemput atau dibon oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Donny Doloksaribu pada 1 November 2019 untuk dibawa berobat ke rumah sakit. Karena tahanan masih di bawah tanggungjawab kejaksaan atau JPU, pihak Lapas kemudian menyerahkannya.

“Oleh Pak Donny, tahanan ini diambil lagi. Kan kemarin dititipkan. Diambil lagi untuk dirawat inap di rumah sakit terdekat. Kami ini kan statusnya penitipan, kalau napi ya milik kami. Kalau jaksa atau polisinya minta, ya kami berikan. Karena sakit, ya dirawat. Segala bentuk tanggung jawabnya ya beralih kepada kejaksaan, tahanannya, perobatannya,” terangnya sambil menunjukkan surat bukti penyerahan tahanan kepada Donny sebagai JPU.

Keputusan membawa tahanan untuk dirawat inap di rumah sakit, kata Gusti, merupakan kebijakan dari JPU. Hal tersebut, setelah perawat Lapas melaporkan kondisi tahanan yang sedang sakit. “Menurut perawat lapas, terdakwa mengalami hipertensi, gula darah naik dan kencing berdarah. Sempat diperiksa perawat lapas. Dilaporkan ke pihak penahan (jaksa) kemudian jaksa yang memutuskan untuk membawa berobat ke rumah sakit,” ungkap Gusti.

Sore, setelah tahanan kabur, masih kata dia, pihak Kejaksaan melaporkan kejadian tersebut secara lisan kepada pihaknya, disusul dengan surat Laporan keesokan harinya. “Sorenya langsung dilaporkan secara lisan. Tadi pagi sudah masuk suratnya,” tukasnya.

Tak hanya itu, Gusti juga membenarkan kalau Faisal merupakan tahanan kasus narkotika yang beralamat terakhir di Kota Padangsidimpuan. “Kasusnya narkotika, pasal 112 Undang-undang nomor 35 tahun 2009. Alamat terakhirnya Jalan H Cokro Aminoto, Kecamatan Padangsidimpuan Utara, Kota Padangsidimpuan,” pungkasnya. (ts)

Tags

Berita lainnya

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
Close