Berita

Satu Rumah di Sidimpuan Ambruk Diterjang Longsor

FaseBerita.ID – Intensitas hujan yang tinggi dan lama yang mengguyur Kota Padangsidimpuan pada Selasa (22/9) malam hingga Rabu (23/9) pagi, menimbulkan sejumlah bencana.

Salah satu di antaranya tanah longsor di perbukitan Usor Halihi, Gang Air Bersih, Kelurahan Sitamiang Baru, Kecamatan Padangsidimpuan Selatan, Kota Padangsidimpuan.

Pergeseran tanah itu menimbun hingga merontokkan satu bangunan rumah yang dijadikan sebagai warung milik Pangeran Siregar (65), warga setempat. Peristiwa ini berlangsung sekitar pukul 07.00 WIB.

Bukit kecil yang menyatu dengan Hutan Tanggal itu, sebenarnya sudah ramai dengan permukiman. Dan peristiwa serupa juga sudah berulang-ulang terjadi di lokasi ini. Pada pagi tadi, tebing setinggi kurang lebih 10 meter bergeser, yang kemudian memporak-porandakan rumah milik Pangeran Siregar.

“Kondisi tanah di sini memang labil. Ditambah lagi karena kondisi tadi malam intensitas curah hujan yang tinggi,” jelas Lurah Sitamiang Baru Solahuddin Siregar kepada wartawan.

Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa ini. Sebab bangunan itu dalam kondisi kosong saat longsor berlangsung. Namun kerugian materi yang diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.

Menurut Pangeran Siregar, ia dan keluarga berdiam di rumah yang berada persis di depan bangunan rumah atau warung miliknya itu. Oleh itu, pada pagi hari sebelum usahanya dibuka, kondisinya masih kosong.

“Saat itu saya dan keluarga baru bangun tidur. Kami mendengar suara gaduh, kirain ada gempa. Kami langsung ke luar rumah. Dan lihat warung itu, sudah ambruk,” cerita Pangeran.

Setelah berada di luar rumah, Pangeran bersama istrinya pun berjaga-jaga menghindari longsor itu semakin dalam dan menyapu sampai ke rumah tempatnya tinggal. Keduanya pun akhirnya melaporkan peristiwa itu hingga akhirnya personil BPBD dibantu TNI-Polri turun melakukan evakuasi dan mengkaji potensi bencana susulan.

Petugas kemudian membersihkan material tanah dan bebatuan yang sempat memutus jalan akses masyarakat ke sekolah SMP Negeri 11 Padangsidimpuan dan ke pemakaman serta kebun di sekitarnya.

Kapolres Psp AKBP Juliani Prahartini SIK yang datang meninjau lokasi berharap, agar peta rawan bencana diperhatikan untuk dilakukan pencegahan dampak bencana yang sewaktu-waktu timbul. (san)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button