Berita

Satu Korban Tenggelam di Sungai Silau Ditemukan

FaseBerita.ID  – Satu dari dua korban yang tenggelam di sungai Silau di kawasan Beting Pasir, Kelurahan Sendang Sari, Kabupaten Asahan akhirnya berhasil ditemukan. Jasad tersebut adalah M Arif Rivai (18) ditemukan warga dalam keadaan sudah tak bernyawa, Selasa (22/9).

Jasadnya ditemukan dalam kondisi mengapung di tengah sungai tersangkut di antara tumpukan kayu tak jauh dari lokasi ia dilaporkan tenggelam atau sekitar kurang dari 1 kilometer dari titik dilaporkan.

Jasad korban baru dievakuasi oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Asahan bersama Basarnas Tanjungbalai, Asahan sekitar pukul 07.00 Wib.

Korban diangkut menggunakan kantong jenazah langsung menuju rumah orang tuanya di Pondok Kucingan, Kelurahan Lestari Kecamatan Kisaran Timur.+

Baca sebelumnya: Mandi-mandi di Sungai Silau, 2 Remaja Tenggelam di Sungai Silau

“Dilaporkan jasad korban mengambang di sungai sekitar jam 05.00 Wib. Kemudian langsung kita evakuasi dan dipulangkan ke rumah orangtuanya untuk selanjutnya dimakamkan,” kata koordinator SAR Sukroadi Sastra.

Kini tim gabungan masih mencari satu orang korban lainnya yakni, Fauziah (15) warga Jalan Juanda Kelurahan Kisaran Timur, sebagaimana standar operasional prosedur pencarian dilakukan selama 7 hari terhitung hari pertama pencarian.

Pantauan wartawan, beberapa petugas pencari masih melakukan metode pembuatan ombak di seputar korban dilaporkan tenggelam dengan tujuan menciptakan gelombang air hingga ke dasar sungai dengan harapan jika jasad korban tersangkut di dasar sungai maka akan bergerak naik ke atas.

“Metode pencarian yang dilakukan dengan membuat ombak menggunakan perahu. Kemudian dengan cara menyisir di sepanjang aliran sungai, tempat pertama kali korban dinyatakan hilang,” sebut Sukroadi.

Sebelumnya, dilaporkan sekelompok remaja mendatangi kasawan beting pasir di Kelurahan Sendang Sari Kecamatan Kota Kisaran Timur pada Minggu (20/9) siang untuk mandi – mandi di sungai. Nahas, sedang asik bermain air, salah seorang diantara mereka bernama Fauziah malah terseret arus dan tenggelam.

Melihat Fauziah yang terbawa hingga ke tengah sungai, korban lainnya bernama Rivai yang masih merupakan saudara sepupu ini bermaksud menyelamatkan. Sayangnya mereka berdua malah ikut tenggelam.

Lurah Sendang Sari, Bambang Samudra mengatakan kawasan ini memang kerap memakan korban tenggelam. Biasanya mereka yang jadi korban masyarakat di luar kawasan sungai ini, karena tidak memperhatikan kondisi sungai yang dalam dengan arus deras.

“Kemarin sudah ada kita pasang plank berupa himbauan untuk berhati hati dan tidak mandi sungai di sekitar lokasi ini. Namun dicopot orang tak dikenal. Ini mau kita buat lagi dengan harapan masyarakat yang datang ke sini semakin waspada,” katanya. (per/fi)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button