Berita

Satu Keluarga di Humbahas Diduga Dianiaya, Ternyata Pertengkaran Suami Istri Disulut Cemburu

FaseBerita.ID – Doni Tarihoran, bocah berumur empat tahun tewas mengenaskan dengan usus terburai.

Korban meninggal diduga akibat tersabet senjata tajam saat terjadi pertengkaran ayahnya Louiker Tarihoran (42) dengan sang ibu Sinta Lase (35).

Peristiwa mengenaskan itu terjadi di perladangan Sitalahap, Dusun Adian, Desa Peadungdung, Kecamatan Pakkat, Humbahas, Sabtu (29/2) sekira pukul 18:00 WIB.

Selain korban tewas, Louiker dan Sinta (orangtua Doni, red) juga harus dirujuk ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan intensif karena kritis akibat luka parah yang dialami keduanya. Sinta dengan luka menganga di perut menyebabkan sebagian ususnya keluar.

Informasi yang berhasil dihimpun, kejadian diketahui setelah warga mendengar adanya jeritan dari perladangan Sitalahlap.

Warga kemudian mendatangi perladangan dan melihat Sinta menjerit dengan kondisi berlumuran darah akibat luka di perut, sebagian ususnya keluar.

Dan, tak jauh dari tempat Sinta merintih, anak bungsunya, Doni juga terkapar tak bernyawa dengan kondisi yang sama, yakni luka di perut dengan usus keluar.

Warga kemudian menolong korban dan melaporkan kejadian kepada pihak kepolisian. Sementara Louiker yang merasa dikepung warga berusaha menghabisi nyawanya dengan cara melukai dirinya sendiri.

Baca juga: Satu Keluarga di Pakkat Humbahas Diduga Dianiaya: Anak Tewas, Orangtua Kritis

P Manalu, warga Pakkat kepada wartawan mengatakan, tidak mengetahui persis peristiwa itu. Namun, dituturkannya, kejadian itu disebabkan adanya persoalan rumah tangga. Diduga, suami disulut rasa cemburu sehingga terjadi pertengkaran hebat.

Keduanya tak mampu mengendalikan emosi menyebabkan peristiwa mengenaskan itu terjadi.

“Diduga persoalan rumah tangga lae. Suaminya menuding isterinya ada selingkuh dengan pria lain. Mungkin dia tidak terima hingga Dia (suaminya) kalap mata,” kata manalu melalui sambungan sellulernya, Minggu (1/3).

Kapolres Humbahas AKBP Rudi Hartono melalui Kasubag Humas Aiptu S Purba membenarkan kejadian tersebut. Namun pihaknya belum dapat menjelaskan dugaan atau motif penyebab kejadian itu.

“Belum diketahui, masih dalam lidik. Saat ini yang kita lakukan adalah mendatangi TKP, mengevakuasi korban, memasang police line, menyita barang bukti dan untuk selanjutnya unit identifikasi akan melakukan olah TKP guna mendalami kasus itu,” ujarnya.

Lebih lanjut Aiptu S Purba menjelaskan, saat ini korban luka saat ini dirujuk ke Rumah Sakit Bhayangkara. Sementara pada korban tewas akan dilakukan otopsi.

“Korban yang dua orang (Louiker dan Sinta, red) di rujuk ke Rumah Sakit Bhayangkara Medan. Yang meninggal otopsi di RSU Adam Malik,” kata Purba melalui aplikasi Whatsappnya. (sht/fi)

Universitas Simalungun  
Tags

Berita lainnya

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
Close