Berita

Satu Keluarga di Dairi Tersambar Petir

FaseBerita.ID – Sebanyak 6 ruko souvenir di komplek Taman Wisata Iman (TWI) Sitinjo, Dusun 2 Kutalimbaru, Desa Sitinjo Induk, Kecamatan Sitinjo, Kabupaten Dairi, rusak berat dihantam angin puting beliung.

Pada waktu yang sama, sekeluarga yang sedang bertani disambar petir, satu di antaranya terpaksa dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah Sidikalang, Kamis (12/3) pukul 15.00 WIB.

Peristiwa dimaksud, Kamis (12/3) sekira pukul 15.00 WIB, disaat daerah itu diguyur hujan lebat bercampur kilat dan dentuman petir yang cukup keras. Satu orang warga yakni Kesia Nainggolan (5) beralamat di kompleks gereja HKBP Sitinjo dikabarkan disambar petir, dan terpaksa dilarikan ke RSUD Sidikalang. Akibat bencana alam itu, kerugian ditaksir ratusan juta rupiah.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Dairi, Sahala Tua Manik saat dihubungi mengatakan, bencana alam angin puting beliung tersebut diawali hujan deras yang melanda Desa Sitinjo.

Enam rumah warga milik Sahyunan Kudadiri, Pasuamin Capah, Isman Lubis, Donal Sibarani, Jekson Simangunsong dan Marolop Lumbangaol, mengalami rusak berat. Tak hanya itu saja, sejumlah pohon juga turut tumbang hingga menutup badan jalan.”jaringan listrik banyak rusak karena pohon tumbang menimpa kabel,”kata Sahala.

Terpisah, Plt Kepala Desa Sitinjo Induk, Rudianto Kudadiri mengatakan, selain rumah warga yang menjadi korban puting beliung. Hujan deras disertai petir itu juga menimbulkan korban. Kesia Nainggolan (5), terpaksa dilarikan ke rumah sakit setelah disambar petir.

“Korban sudah mendapat perawatan,”kata Rudianto. Ditemui wartawan di RSUD Sidikalang, orangtua Kesia Nainggolan, Halasson Robin Nainggolan menuturkan, sore itu dia bersama keluarganya berjumlah 5 orang sedang berada di sawah menjaga burung.

Namun hujan turun deras disertai petir. Karena hujan, ia dan keluarganya pun berteduh di bawah pondok. Tak diduga, petir menyambar pondok mereka. Ia dan dua anaknya, Rahel Nainggolan dan Kesia Nainggolan terlempar dari pondok. Sementara, istrinya, Kartiani boru Sinaga dan putrinya Sinta Nainggolan tetap berada di pondok.

Nasib malang, salah satu putrinya Kesia Nainggolan sempat membiru akibat dihantam petir. Namun dengan sigab, mereka mengubur badan Kesia ke lumpur di areal persawahan mereka. Selanjutnya, Kesia dilarikan ke rumah sakit untuk mendapat peng obatan. (rud/han/smg)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button