Berita

Satpol PP Siantar Biarkan Pijat Plus-plus Beroperasi

SIANTAR, FaseBerita.ID – Kepala Bidang Pariwisata di Dinas Pariwisata Kota Pematangsiantar, Robert Irianto mengatakan, bahwa ijin usaha berbasis online “OSS” tidak sah apabila tidak ada rekomendasi dari pihak dinas Pariwisata.

Hal itu disampaikan saat berbincang dengan wartawan, Rabu (8/1) tepatnya di ruang kerjanya.

Hal yang serupa diaminin Mardiana, mantan Kabit Perijinan Kota Pematangsiantar.

“Untuk mengurus ijin usaha sekarang ini sangat mudah, cukup melengkapi semua berkas dan mengirimnya melalui situs online yang telah disiapkan. Gak mesti ke kantor perijinan lagi,” ungakp Mardiana.

“Namun ijin usaha berbasis Online tersebut (OSS) bisa efektif apabila ada rekomendasi dari Dinas Pariwisata,” ujar Mardiana.

Perbincangan tersebut berawal dari menurut penelusuran wartawan, diamana tepatnya di Jalan Ahmad Yani Kelurahan Merdeka Kecamatan Siantar Timur, didapati satu usaha milik Br Tanjung dengan nama usaha Oukup Spa.

Oukup Spa Br Tanjung tersebut telah beroperasi hampir tahunan tanpa memiliki ijin usaha. Mirisnya didalam Oukup Spa tersebut disediakan pijat plus-plus bagi para pria hidung belang atau tempat prostitusi.

Namun sayangnya tak ada tindakan dari pihak Satpol PP selaku penegak perda. Meskipun telah berkali-kali dikonfirmasi oleh wartawan, yang menyebut Usaha Oukup Spa itu belum memiliki ijin.

Saat dikonfirmasi wartawan, Raja Nababan selaku Kabit Tritagun Satpol-PP Kota Pematangsiantar hanya berjanji akan menutup usaha tersebut dan tak pernah diwujudkan langsung.

“Kita tutup segera bang,” ujar Raja Nababan.

Terpisah Robert Irianto, selaku Kepala Bidang Pariwisata Kota Pematangsiantar menyebut pihaknya belum mengeluarkan rekomendasi terhadap usaha Oukup Spa milik Br Tanjung yang beralamat di Jalan Ahmad Yani Kota Siantar.

Dan menyebut Ijin Usaha ” OSS” yang dimiliki oleh usaha Br Tanjung tidak bisa efektif karena tidak ada rekomendasi dari Dinas Pariwisata.

Terpisah salah seorang warga berinisial B Aritonang saat berbincang dengan wartawan, Kamis (09/01/2019) di Komplek Jalan Ahmad Yani menyebutkamn, seharusnya Satpol PP segera menindak usaha berkedok pijat itu. Agar tidak terjadi kesenjangan didalam masyarakat. Dimana tempat-tempat seperti itu bisa membawa masalah dikalangan masyarakat sehingga sering terjadi cek-cok di dalam rumah tangga bagi pria yang telah memiliki keluarga.

“Ada apa dengan pihak Satpol PP Siantar, jangan-jangan mereka beking usaha tersebut makanya tidak ditindak tegas,” ujar B Aritonang.

Pantauan wartawan, hingga Rabu (08/01/2019) siang usaha tersebut masih beroperasi seperti biasanya dengan berkedok warung Kopi.

Seterusnya setelah pelanggan memesan minuman, sejumlah wanita cantik yang menjadi pelayan seterusnya menawarkan untuk Pijat, dan seterusnya menawarkan untuk berhubungan badan setelah dilantai dua ruko dengan harga yang bervariasi. (Mag-03)

Tags

Berita lainnya

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
Close