Berita

Sambut Ramadan dengan Bahagia

SIDIMPUAN, FaseBerita.ID – Ustad H Maratua Simanjuntak menjadi penceramah dalam acara Pengukuhan Pengurus MUI Kota Padangsidimpuan Masa Bhakti 2018-2023 dan Tabligh Akbar Penyambutan Bulan Suci Ramadan 1430 H, di Masjid Agung Al Abror, Kamis (25/4).

“Begitu nanti masuk magrib hari pertama Ramadan, langsung sujud syukur. Gembira dengan datangnya Ramadan, karena kita mendapatkan kesempatan di bulan pengampunan, bulan berlipaganda pahala, bulan penuh berkah, diampunkan dosa-dosa yang lalu, menolong orang lain, membantu orang lain,” kata Ustad Maratua.

Ustad Maratua Simanjuntak juga menyebutkan salah satu konsep Puasa Ramadan ialah ‘menahan’. Begitu juga dengan hakikat Puasa Ramadan ‘menahan’.

“Menahan disini tidak hanya menahan diri dari haus (minum) dan lapar (makan). Tapi menahan diri (berbicara) yang dapat menimbulkan dosa,” jelasnya.

Ustad Maratua mencontohkan kondisi sekarang yang banyak terjadi Media Sosial. “Kita harus menahan diri termasuk di media sosial. Menahan diri dari mencaci maki, mengupat, dan lain yang dapat menimbulkan dosa,” pungkasnya.

Di akhir penyampaian dia juga menceritakan persoalan yang dihadapi umat, termasuk permasalahan ekonomi.

“Insya Allah, dengan kerjasama dan niat yang baik, kita semua akan dapat membangkitkan ekonomi Islam,” katanya.

Kemenag Sidang Isbat 5 Mei

Rencananya Kementerian Agama akan menggelar sidang isbat penetapan awal puasa 2019 atau 1 Ramadan 1440 Hijriyah pada 5 Mei sore.

Dirjen Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kemenag Muhammadiyah Amin menuturkan seperti biasanya penetapan awal puasa, lebaran, maupun Idul Adha diambil dalam sidang isbat. Dia tidak mempersoalkan keputusan Muhammadiyah yang sudah menetapkan awal puasa jatuh pada 6 Mei.

“Semoga (1 Ramadan hasil sidang isbat, Red) bisa sama dengan yang telah diumumkan oleh PP Muhammadiyah,” katanya.

Dia menuturkan jika saat sidang isbat nanti hilal atau bulan muda bisa dilihat atau diamati, maka awal puasa jatuh pada 6 Mei.

Dengan demikian pada 5 Mei malam, umat Islam sudah mulai melaksanakan salat tarawih. Sebaliknya jika pada 5 Mei hilal tidak tampak atau tidak teramati, maka 1 Ramadan atau awal puasa jatuh pada 7 Mei.

Meskipun belum ada keputusan, hampir bisa dipastikan saat digelar sidang isbat nanti hilal akan wujud atau terlihat. Pasalnya merujuk pada hisab atau perhitungan Muhammadiyah, tinggi hilal pada 5 Mei nanti mencapai 5 derajat di atas ufuk. Sehingga cukup mudah untuk diamati para perukyat.

“Mari mempersiapkan diri dalam menyambut bulan suci Ramadan,” katanya. Dia menegaskan Kemenag menggelar sidang isbat sebagai upaya menjalankan Fatwa MUI No 2/2004. Dalam fatwa tersebut dinyatakan bahwa dalam menetapkan hijriyah yang terkait dengan ibadah, harus dengan isbat. Termasuk penetapan 1 Ramadan.

Amin juga mengatakan bulan Ramadan tahun ini menjadi momentum merajut kebersamaan umat Islam di Indonesia. “Yang boleh jadi menjelang pesta rakyat pileg dan pilpres kita ada perbedaan,” tuturnya.

Dia berharap umat Islam bisa menjalankan ibadah puasa dengan khusyuk dan dipenuhi rasa toleransi. (bsl/wan)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button