Berita

Saksi Pelapor Tak Dapat Tunjukkan Tanda Terima

TAPTENG, FaseBerita.ID – Sidang lanjutan kasus dugaan penipuan CPNS dan pencucian uang dengan terdakwa mantan Bupati Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Raja Bonaran Situmeang, kembali digelar, Senin (29/4), dengan agenda mendengarkan keterangan saksi-saksi.

Sebagaimana biasa sidang dipimpin Ketua Majelis Hakim, Martua Sagala, serta Anggota Majelis Obaja DJH Sitorus dan Marolop WP Bakara. Sementara Bonaran sendiri didampingi kuasa hukumnya Mahmudin Harahap, dan kawan-kawan.

Kali ini, Jaksa Penuntut Umum (JPU), menghadirkan saksi pelapor Heppy Rosnani Sinaga (HRS) dan Efendi Marpaung. Heppy Rosnani Sinaga yang merupakan terpidana kasus penipuan yang selama ini masuk daftar pencarian orang (DPO), berhasil dihadirkan setelah sebelumnya ditangkap tim intelijen Kejaksaan Agung bersama tim Kejatisu di rumah persembunyiannya di Jalan Sejahtera, Helvetia Timur, Medan Helvetia, Kota Medan, Minggu (14/4).

Heppy Rosnani yang lebih dahulu dimintai keterangan tidak dapat menunjukkan bukti tanda terima bahwa terdakwa Raja Bonaran Situmeang pernah menerima uang Rp570 juta, sebagaimana dinyatakan Heppy Rosnani pada laporannya.

Dalam keterangnya, HRS menyatakan bahwa uang tersebut diberikan kepada Joko Prayitno yang merupakan ajudan terdakwa saat menjabat sebagai Bupati Tapanuli Tengah.

Selain dari uang Rp570 juta, HRS juga menyatakan telah mentrasfer uang lainnya sebesar Rp120 juta dan Rp500 juta, ke rekening Farida Hutagalung.

Namun pada pembuktiannya. di dalam berita pengiriman slip pembayaran, uang tersebut digunakan untuk pembayaran cicilan alat berat jenis excavator PC 200-8 milik Efendi Marpaung.

iklan usi

1 2Laman berikutnya


Back to top button