Berita

Saat Negara Fokus Covid-19, Pangulu Perlanaan Simalungun Otak-atik Jabatan Kadus

FaseBerita.ID – Enam kepala dusun di Nagori Parlanaan Kecamatan Bandar Kabupaten Simalungun, memutuskan menyurati secara resmi Bupati Simalungun JR Saragih dan Ketua DPRD Simalungun Timbul Jaya Sibarani.

Surat tersebut berisi laporan keberatan atas tindakan Pangulu Perlanaan Tri Jaka yang memberhentikan 6 kepada dusun/gamot di enam dusun yang ada di Nagori Perlanaan.

Pangulu yang baru menduduki jabatannya pada Desember 2019 lalu, sudah melakukan penjaringan calon kadus dan kabarnya sudah menentukan siapa yang memenuhi syarat sebagai kadus versi pangulu yang baru serahterima jabatan 3 bulan lalu tersebut.

Gamot Huta I Bambang Adi Sucipto, Gamot Huta II Sukamto, Gamot Huta III Mariman Marpaung, Gamot Huta IV Sujarman, Gamot Huta V Bambang Supiandi dan Gamot Huta VI, diberhentikan setelah Oknum Pangulu Parlanaan Tri Jaka melakukan konsultasi dengan Camat Bandar Amon Charles Sitorus Camat Bandar kemudian memberikan rekomendasi pemberhentian seluruh tungkat nagori Perlanaan dengan merujuk Permendagri Nomor 83 Tahun 2015 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Perangkat Desa dan Perda Kabupaten Simalungun Nomor 91 tahun 2016 tentang Pemberhentian Tungkat Nagori.

Namun, menurut para pangulu yang sudah menjalani verifikasi ini, pemberhentian dan pengangkatan perangkat desa sudah merujuk pada Permendagri Nomor 67 tahun 2017 tentang Perubahan atas Permendagri Nomor 83 tahun 2015 tentang Pengangkatan dan Pemberhentian Perangkat Desa.

Dimana perangkat desa dapat diberhentikan hanya karena; usia telah genap 60 tahun, dinyatakan sebagai terpidana yang diancam hukuman dengan penjara paling singkat 5 tahun, berhalangan tetap, tidak lagi memenuhi syarat sebagai perangkat desa dan melanggar larangan sebagai perangkat desa.

Pada pasal 12 ayat (1) Perangkat Desa yang diangkat sebelum ditetapkannya Peraturan Menteri ini tetap melakasanakan tugas sampai habis masa tugasnya berdasarkan surat keputusan pengangkatannya. Ayat (2) Perangkat Desa sebagaimana yang dimaksud pada ayat (1) yang diangkat secara periodesasi yang habis masa tugasnya dan berusia kurang dari 60 (enam puluh) tahun diangkat sampai usia 60 tahun.

“Sampai surat ini kami sampaikan, kami Gamot Dusun I-VI tidak satupun melakukan pelanggaran dan masih memnuhi syarat sebagai Gamot. Dan kami juga masih aktif melakukan tugas sebagai Gamot dan tetap siap melaksanakan tugas sebagai Gamot sampai batas yang ditentukan aturan,” kata Sujarman, mewakili para kepada dusun, Jumat (29/3/2020) saat menyampaikan surat keberatannya ke Kantor Bupati Simalungun dan Kantor DPRD Simalungun di Raya.

Para Kepala Dusun ini juga mengirimkan surat serupa kepada Kepala BPMN Simalungun, Kepala Bapemmas  Provinsi Sumatera Utara dan Dirjen Pemerintahan Desa Kementrian Dalam Negeri di Jakarta.

Surat tersebut juga disampaikan ke Kantor Camat Bandar dan Maujana Nagori Perlanaan.

Sementara Pangulu Nagori Parlanaan Tri Jaka mengatakan, pemberhentian para Gamot di nagorinya atas rekomendasi Camat Bandar Amon Charles Sitorus`

“Ini arahan beliau pak setelah mempelajarinya beberapa minggu,” katanya. (esa)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button