Berita

Saat Berboncengan dengan Ibu, Mahasiswi Dijambret: Sang Ibu Meninggal di Tempat

FaseBerita.ID – Kota Medan masih belum aman dari aksi kejahatan di jalanan. Bahkan kali ini memakan korban jiwa seorang ibu rumah tangga. Dari informasi yang dihimpun, aksi jambret terjadi, Minggu (26/1) sekira pukul 11.00 WIB, di Jalan Amal Medan, simpang MICC Jalan Ringroad Medan.

Para pelaku yang diketahui mengendarai dua sepeda motor, menjambret Kana Rizky Ramadhani yang berboncengan menggunakan sepeda motor Yamaha Mio Soul BK 6554 AAD, dengan ibunya, Susanti.

Rizky merupakan seorang mahasiswi Jurusan Komunikasi Penyiaran Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi (KPI FDK) UIN Sumut. Atas kejadian ini, sang ibu meninggal di tempat kejadian perkara (TKP), sementara Rizky, mengalami luka robek pada tangan dan kaki kanannya.

Ketua Jurusan KPI FDK UIN Sumut, Muktaruddin, yang melayat ke rumah duka di kawasan Sei Mencirim, Sunggal, Deliserdang, menjelaskan kronologis kejadian. Korban awalnya berangkat dari rumah yang dibonceng Rizky dengan mengendarai sepeda motor, untuk mengambil paket obat di kawasan Jalan Amal Medan.

Setelah mengambil paket obat, dalam perjalanan pulang yang juga melewati Jalan Amal Medan, korban dipepet 4 orang tak dikenal yang mengendarai 2 sepeda motor. Mereka langsung menjambret bungkusan paket obat (dikemas seperti dompet) dari tangan Susanti.

“Sempat terjadi tarik-menarik antara pelaku dengan korban di atas sepeda motor. Sampai akhirnya korban terjatuh ke jalan,” ungkap Muktaruddin. Korban Susanti, diketahui langsung meninggal di TKP usai terjatuh dari sepeda motor, dan dihantam mobil Daihatsu Xenia BK 1695 UQ, yang sedang melintas dari belakang.

“Pelaku jambret melarikan diri. Sementara pengendara mobil yang menabrak korban, membantu menyelamatkan dan mem bawanya ke RS Bina Kasih, Sunggal. Pengendara mobil menyatakan, siap bertanggung jawab,” jelas Muktaruddin.

Muktaruddin menyampaikan dukacita atas peristiwa yang menimpa keluarga besar KPI FDK UIN Sumut. “Mewakili civitas akademika UIN Sumut, kami menyampaikan duka mendalam. Kami turut kehilangan,” katanya.

Dia juga berharap, pelaku segera ditangkap dan dihukum sesuai peraturan yang berlaku. “Mudah-mudahan Medan segera aman (dari aksi begal). Semoga ini menjadi yang terakhir,” harap Muktaruddin.

Sementara itu, Polda Sumut langsung memberikan atensi terhadap kasus ini. Pihak kepolisian, langsung menurunkan tim dari Satuan Reskrim Polrestabes Medan dan Polsek Medan Sunggal, untuk menyelidiki kasus yang menyebabkan nyawa Sumiati melayang.

Wakapolda Sumut, Brigjen Pol Mardiaz Kusin Dwihananto menyatakan, sudah diturunkan tim untuk menyelidiki kasus tersebut. “Kasusnya sudah jadi atensi, tim dari Satreskrim Polrestabes Medan dan Polsek Medan Sunggal sedang menyelidikinya,” ungkapnya, Senin (27/1).

Namun begitu, dia tak banyak berkomentar. Mardiaz kembali menegaskan, kasus ini menjadi prioritas untuk diungkap. Senada, Kepala Satreskrim Polrestabes Medan, AKBP Maringan Simajuntak mengatakan, pihaknya bersama Polsek Medan Sunggal sedang mendalami lebih lanjut, dan menggali informasi serta keterangan di lapangan.

Terpisah, Kapolsek Medan Sunggal, Kompol Yasir Ahmadi mengatakan, pihaknya telah melakukan olah TKP, dan memeriksa sejumlah saki. Diketahui, korban Tewas akibat kecelakaan lalu lintas yang diduga kuat akibat faktor pengendara terganggu karena adanya percobaan pencurian. Korban yang duduk diboncengan, terhempas setelah terjatuh dari sepeda motor, dan langsung disambar pengendara mobil.

“Pengemudi sepeda motor mengalami luka robek pada tangan dan kaki kanan. Dia menyampaikan keterangan, ada percobaan pencurian oleh orang tak dikenal, dengan modus ingin merampas barang bawaan ibunya (Susanti) yang berada di boncengannya. Sedangkan korban yang duduk di boncengan, mengalami luka robek pada bagian kepala, kaki, dan tangan, yang kemudian meninggal dunia,” beber Yasir.

Yasir juga mengatakan, pihaknya masih mengembangkan kasus ini lebih lanjut. “Kesimpulan sementara penanganan terhadap korban, yakni perkara kecelakaan lalu lintas dan percobaan pencurian dengan kekerasan,” pungkasnya. (prn/ris/saz/smg)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button