Berita

Rumah Terbakar, Penghuni Melompat dari Loteng

FaseBerita.ID – Kebakaran di Jalan Sudirman, Kampung Samora, Lingkungan I, Kelurahan Wek I, Kecamatan Padangsidimpuan Utara pada Minggu (9/8) subuh, menghanguskan 2 unit rumah semi permanen. Penghuni rumah yang terbakar itu, melompat dari loteng untuk menyelamatkan diri.

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 04.15 sampai 05.10 WIB. Berawal dari rumah milik Sabar Efendi (68) yang tinggal di dalam bersama anaknya Erdi Razali (23). Rumah mereka berlantai dua, dengan loteng berkonstruksi kayu. Di lantai dua itu, merupakan kamar Erdi Razali.

Di rumah bernomor 215b itu selain barang berupa pakaian, peralatan rumah tangga juga ada kendaraan berupa becak bermotor. Dan Efendi Sabar yang memiliki kamar tidur di lantai satu. Posisi rumah ini berdempetan dengan rumah Muliadi (43) bernomor 213b, yang biasa dijadikan pemiliknya hanya persinggahan.

Di pagi buta itu, api dengan cepat membubung dari loteng rumah Efendi Sabar. Dari loteng itu juga, anaknya Erdi Razali melompat ke luar, dan berusaha mencari pertolongan ke tetangga dan warga sekitar. Namun api begitu cepat menggerogoti rumah mereka, juga merambat ke rumah milik Muliadi, hingga keduanya hanya menyisakan puing-puing.

“Dari sana dulu, dari atas. Pas api itu sudah besar, anaknya (Erdi) lompat dari loteng. minta tolong, tapi dia tidak luka, setahu saya tidak ada korban luka. Karena tadi dia di sini, sehat-sehat aja,” terang R Damero yang menyaksikan rumah itu terbakar, dan berada di teras rumahnya.

Rumah milik Muliadi sendiri pada pagi itu tengah kosong. Namun barang-barang yang berada dalam rumah itu sebagian besar sudah hangus dijilati api yang mengganas.

“Rumah ini sama sama punya loteng. Tapi kalau yang ini (Muliadi) biasa diisi siang, sekadar singgah aja. Karena mereka tinggal di rumahnya yang satu lagi,” terang Damero.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Kota Padangsidimpuan AKP Bambang H Tarigan menerangkan, bila Sabar Efendi saat awal peristiwa itu sudah ke luar rumah dan mengetahuinya saat akan berangkat shalat subuh.

“Pada saat korban ingin sholat dan melihat api dari atap kamar rumahnya api menyala begitu cepat atas kejadian ianya keluar rumah dan meminta tolong kepada masyarakat di sekitar rumahnya dan begitu cepat api menyala sehingga api besar dan api merembet ke rumah korban Muliadi,” katanya menjelaskan bila kerugian ditaksir mencapai Rp250 juta.

Korban saat ini masih mengungsi di rumah kerabatnya. Sementara dalam perisriwa ini, ada tiga unit armada Pemadam Kebakaran yang turun dalam upaya mencegah melebarnya dan memadamkan api di lingkungan yang tergolong padat penduduk itu. (san)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button