Berita

Rumah Penerima PKH Wajib Ditempel Stiker: Dilepas, Nama Dicoret!

SIANTAR, FaseBerita.ID – Penempelan stiker di depan rumah warga yang mendapatkan/menerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) atau beras untuk rakyat sejahtera (rastra) di Pematangsiantar dimulai Rabu (9/10). Penempelan stiker dilaksanakan Dinas Sosial bersama Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) dari Kementerian Sosial (Kemensos) didampingi lurah dan pihak kepolisian.

Kepala Bidang Sosial Dinas Sosial Pematangsiantar, Risbon Sinaga mengatakan, tujuan penempelan stiker di setiap rumah penerima PKH dan BPNT agar transparan dan tidak ada yang ditutupi.

“Tujuan kita kan agar semua transparan dan tidak ada di tutup-tutupi. Bagi yang melepas stiker, namanya akan dihapus sebagai penerima bantuan!” tegasnya.

Diterangkan Risbon, pihaknya menargetkan penempelan stiker selesai dalam waktu 10 hari.

“Paling lama 10 hari. Lebih cepat, tentu lebih bagus. Karena bulan 11 akan ada musrenbang, dan di situlah kita akan mengeluarkan temuan-temuan. Yang tidak layak lagi menerima bantuan, akan dihapus dan dipindahkan ke yang lebih layak,” jelasnya, seraya menambahkan, dengan penempelan stiker diharapkan semuanya transparan.

Bantuan PKH , katanya, merupakan program pemberian bantuan sosial bersyarat kepada keluarga yang ditetapkan sebagai keluarga penerima manfaat PKH. Tujuannya, sebagai upaya percepatan penanggulangan kemiskinan. Program ini telah dilaksanakan sejak tahun 2007.

Sedangkan jumlah bantuan yang diterima masing-masing kepala keluarga bervariasi, Rp800 ribu hingga Rp1,2 juta per tiga bulan.

Sementara BPNT adalah bantuan kepada warga miskin dalam bentuk non tunai. Pemerintah memberikan bantuan kepada masyarakat penerima BPNT dalam bentuk voucher dengan nilai Rp110 ribu. Namun voucher ini tidak bisa diuangkan, melainkan ditukarkan dengan dengan beras.

Sebagai pendamping untuk penyaluran bantuan ini, Kementerian Sosial menempatkan anggotanya. Ada khusus pendamping PKH dan BPNT. Para pedamping ini berkoordinasi dengan Dinas Sosial dan pemerintah kecamatan untuk melakukan verifikasi data, dan selanjutnya disampaikan ke Kementerian Sosial.

Diperkirakan, jumlah penerima bantuan PKH dan BPNT di Pematangsiantar mencapai ribuan kepala keluarga (KK) yang tersebar di delapan kecamatan.

Sebelumnya, Risbon Sinaga mengatakan, saat dilakukan sosialisasi pemasangan stiker di rumah penerima bantuan oleh pihaknya melalui RT dan lurah, warga tidak keberatan.

Kementerian Sosial atau Kemensos sendiri telah mengeluarkan surat edaran tentang pelarangan penggunaan kata ‘Keluarga Miskin’. Hal itu terkait pemasangan stiker di depan rumah para penerima PKH.

Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Harry Hikmat menjelaskan, tidak diperbolehkannya penggunaan kata ‘Keluarga Miskin’ merujuk kepada surat Direktur Jenderal Penanganan Fakir Miskin Nomor 1902/4/S/HK.05.02105/2019 tertanggal 9 Mei 2019, perihal instruksi pemasangan daftar nama KPM Bantuan Sosial di tempat umum.

“Direktorat Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial mendukung adanya instruksi pemasangan daftar nama KPM Bantuan Sosial di tempat umum serta pemasangan stiker atau cat label pada rumah KPM PKH dan BPNT. Pemasangan stiker atau cat label hendaknya mengganti penggunaan kata ‘Keluarga Miskin’ menjadi ‘Keluarga Prasejahtera’,” ujar Harry melalui keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (18/6/2019) lalu.

Menurutnya, pemasangan stiker atau cat label dengan tulisan ‘Keluarga Miskin’, dalam perspektif ilmu pekerjaan sosial dapat menurunkan harkat martabat keluarga penerima manfaat.

“Selain itu dapat berpotensi menimbulkan stigma yang membahayakan bagi terciptanya inklusi sosial dalam masyarakat,” kata Harry.

Harry pun mengimbau, kepada Dinas atau Instansi Sosial Provinsi dan kabupaten dan kota menyosialisasikan surat edaran dari Kemensos ini di daerahnya masing-masing.

“Bagi daerah yang sudah telanjur melakukan penempelan stiker dan atau cat label tersebut, diharapkan dapat mengganti isi tulisan dimaksud dan melaksanakannya secara konsisten,” pungkas Harry. (mag-04/int)

Tags

Berita lainnya

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
Close