Berita

Rumah Orang Tua Bos Investasi Online BMW Cash ‘Diserbu’

Dana Member Diperkirakan Rp60 M

FaseBerita.ID – Puluhan warga mendatangi rumah orang tua S alias Anto yang diketahui owner dari investasi berbasis aplikasi bernama Bintang Maha Wijaya (BMW) Cash di Desa Punggulan Kecamatan Air Joman Kabupaten Asahan, selama dua malam berturut turut.

Mereka mengaku ‘ditipu’ oleh Anto dan meminta keluarga untuk memberikan informasi keberadaan orang yang mereka cari karena sudah tidak bisa dihubungi.

Menurut para member yang terlibat dalam permainan investasi berbentuk mata uang asing itu, sang owner disebut sebut telah melarikan uang mereka dengan total Rp60 Milliar. Kesal karena tak kunjung mendapat kepastian, mereka akhirnya mencari Anto hingga ke rumah orang tuanya dua malam berturut-turut pada Kamis dan Jumat (13/11) malam.

Di sana, mereka hanya bisa menjumpai Suarti, ibu dari S bersama adiknya yang keluar dari rumah sesaat rumah mereka dikepung masa. Puluhan orang itu semakin kesal karena tak mendapatkan informasi apapun mengenai keberadaan S dari pihak keluarga karena sudah tidak bisa dihubungi.

Sugianto alias Anto, bos investasi Bintang Maha Wijaya (BMW) Cash. (Tangkap layar YouTube)

Bahkan, menurut informasi yang diterima wartawan ada pula diantara mereka yang telah meletakkan dua botol bensin eceran di hadapan ibu kandung S dan adiknya yang telah menangis memohon ampun, seraya menghardik akan membakar rumah mereka jika tak memberikan informasi keberadaan orang yang mereka cari.

Beruntung emosi puluhan orang tersebut dapat diredam oleh personil kepolisian Polsek Air Joman yang seketika langsung sigap turun ke tempat kejadian dan mendinginkan suasana warga yang mulai panas. Sugiharti cepat dievakuasi ke Polsek Air Joman dan warga diminta untuk membubarkan diri dengan tertib.

Kapolsek Air Joman AKP Pandapotan Butarbutar yang konfirmasi wartawan, membenarkan kejadian tersebut.

“Ya benar ada. Mereka yang datang ini merasa ditertipu lalu datang beramai-ramai ke rumah orang tua S yang menjadi bos dari BMW Cash,” kata Kapolsek.

Sementara itu, salah seorang korban yang telah merasa tertipu dalam permainan investasi aplikasi ini mengatakan setiap pemain/member harus masuk ke aplikasi dan membeli paket paling rendah 100 dolar atau setara Rp 1,5 juta. Nantinya setiap hari akan dicairkan satu persen dari keuntungan dari modal yang ditanam.

“Pencairan dalam lima hari kerja. Bisa ditarik seminggu sekali melalui aplikasi ke rekening masing-masing,” kata seorang pemuda yang tak mau disebut namanya.

Beberapa bulan ke belakang, aktivitas investasi online ini macet. Akibatnya banyak member yang telah terlanjur bergabung dan memasukkan modal investasinya namun tidak dapat menarik keuntungan satu persen dari yang dijanjikan. (per/fi)

iklan usi



Back to top button