Berita

Rumah Baca Mutiara Bangsa Sediakan Alkitab dan Alquran untuk Tuna Netra

FaseBerita.ID – Keluarga besar Rumah Baca Mutiara Bangsa yang beralamat di jalan Farel Pasaribu Gang Anggur Pematangsiantar pimpinan Tagor Sitohang SH mengunjungi warga Tuna Netra (Orang Buta) di Kota Siantar, Kamis (16/7/2020).

Kunjungan itu untuk memberikan fasilitas bacaan buku-buku gratis, khususnya buku-buku Braile dan Alkitab bertuliskan Braille.

“Sudah hampir setahun kita memberikan fasilitas buku-buku bacaan (huruf Braile) untuk saudara-saudara kita yang Tuna Netra di Siantar dan Kabupaten Simalungun,”kata Tagor Sitohang di jalan Pdt. Justin Sihombing kota Pematangsiantar.

Tagor Sitohang menjelaskan, buku-buku bacaan khusus Braile itu dikelola langsung oleh Rumah Baca Mutiara Bangsa sumbangan dari berbagai lembaga, baik dari Perpustakaan Nasional, Perpustakaan propinsi maupun sumbangan dari lembaga lainnya yang tidak mengikat.

“Kita berikan buku bacaan gratis untuk semua masyarakat di Rumah Baca Mutiara Bangsa, khusus buku-buku Braile langsung kita antar ketempat tinggal saudara kita yang Tuna Netra. Minimal sekali sebulan buku-buku kita jemput dan tukar kembali dengan buku bacaan lainnya,”jelasnya.

Pada waktu lalu, Rumah Baca Mutiara Bangsa menerima sumbangan Alkitab huruf Braile dari Lembaga Alkitab Indonesia, tapi karena Pandemi Covid-19 penyaluran buku sempat terhenti.

“Kita harafkan Alkitab khusus Braile ini menambah semangat saudara-saudara kita memuji dan membaca Firman Tuhan. Karena memang mereka sudah lama menantikan dan merindukan membaca Alkitab yang bertuliskan Braile,”ujar Tagor Sitohang, bahwa bukan hanya Alkitab, di Rumah Baca Mutiara Bangsa juga ada juga Alquran Braile.

“Bukan hanya Alkitab, Alquran juga ada, hanya saja kita belum ada data saudara-saudara kita Tuna Netra yang Muslim dan membutuhkan buku baca Braile,” tambahnya.

Sementara Brikjon Purba bersama istrinya Laoli (suami istri Tuna Netra), mengungkapkan kegembiraannya atas perjuangan dan dedikasi Rumah Baca Mutiara Bangsa dibawa pimpinan Tagor Sitohang.

“Bangga dan salut untuk perjuangan bapak Tagor Sitohang, Alkitab ini sudah lama kami nantikan, dan akhirnya kami bisa baca Alkitab langsung dengan huruf Barile,”katanya.

Brikjon menambahkan, Alkitab Braile ini cukup langka sekali, dan bahkan beberapa kali kami pesan harganya cukup mahal.

“Pernah kami pesan Alkitab Braile ini dari kawan-kawan Tuna Netra lainnya, harganya cukup mahal dan barangnya sulit ditemukan. Puji Tuhan hari ini kita dapat gratis membacanya,”ungkapnya, bahwa sudah menjadi anggota tetap membaca buku-buku gratis Braile di Rumah Baca Mutiara Bangsa.

“Banyak mamfaat buku-buku Braille yang saya baca dari Rumah Baca Mutiara Bangsa, waktu lalu saya baca buku beternak ayam dan saat ini saya sudah bisa beternak ayam,” tutupnya. (rel/fi)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button