Berita

RSUD Psp Turun Kelas dari B ke C

FaseBerita.ID – Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan Kemenkes, telah mengeluarkan hasil final penilaian terhadap 615 rumah sakit (RS) se-Indonesia, untuk dilakukan penyesuaian terhadap peringkat kelas RS-nya Sesuai dengan surat rekomendasi Direktorat Jenderal Pelayanan Kemenkes bernomor YR.05.01/III/3787/2019 tersebut.

Diketahui dari 72 rumah sakit di Sumatera Utara (Sumut) yang terancam turun kelas, 10 di antaranya dipastikan mengalami penurunan, termasuk RSU Permata Madina Panyabungan dan RSUD Padangsidimpuan.

Sedangkan 16 RS lainnya akan dilakukan pembinaan oleh Dinas Kesehatan provinsi dan kabupaten/kota selama kurun waktu setahun. Sedangkan 10 RS yang turun kelas dan 16 RS yang mendapatkan pendampingan dari Dinas Kesehatan bisa lihat grafis.

Jika dilihat dari data, jumlah rumah sakit yang turun kelas ini, jumlah terbanyak berasal dari Kota Medan, yakni sebanyak 7 RS. Sedangkan untuk rumah sakit di Medan yang mendapatkan pembinaan, ada terdapat 3 RS.

Atas keputusan Direktorat Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI itu, Dinas Kesehatan Sumatera Utara (Sumut) mengaku akan menghimpun komunikasi dengan kepada kepala daerah.

Kepala Dinas Kesehatan Sumut dr Alwi Mujahit Hasibuan mengatakan, hal ini terutama dilakukan dalam mendorong pemenuhan kekurangan-kekurangan yang ada pada RS tersebut, yakni menyangkut soal SDM dan aplikasi pengelolaan sarana prasarana dan alat kesehatan (Aspak) rumah sakit.

”Nanti kita akan lakukan komunikasi dengan stake holdernya termasuk dengan kepala daerah,” ungkapnya kepada wartawan, Rabu (4/9/2019).

Alwi mengaku, dengan komunikasi yang dilakukan akan diketahui bagaimana keinginan kepala daerah untuk menyikapi penurun kelas di daerahnya seperti apa.

“Dan kita akan menyusun langkah-langkah yang sesuai dengan keinginan mereka itu,” ujarnya.

Sebagai langkah awal, Alwi mengaku jika dirinya akan berkeliling ke masing-masing kabupaten/kota dalam menyikapi masalah ini. Namun untuk RSUD Padangsidimpuan, Alwi mengaku akan memberikan penanganan khusus, karena rumah sakit ini merupakan rujukan regional.

“Sebab dia (RSUD Padangsidimpuan) menyangkut rujukan dari beberapa daerah,” pungkasnya.

10 RS di Sumut Turun Kelas

RS Jiwa Prof M Ildrem Medan dari kelas A turun ke B
RSU Permata Madina Panyabungan dari kelas C ke D
RS Bhayangkara Tebing Tinggi dari kelas C ke D
RSU Siti Hajar Medan dari kelas C ke D
RS AL Dr Komang Makes Belawan dari kelas C ke D
RSU Martha Friska Medan dari kelas B ke C
RSU Martha Friska Multatuli Medan dari kelas B ke C
RSU Permata Bunda Medan dari kelas B ke C
RSU Bahagia Medan dari kelas C ke D
RSUD Padang Sidimpuan dari kelas B ke C

16 RS Mendapat Pendampingan Dinkes

RSUD dr Husni Thamrin
RSU Ibu Kartini
RSU Setio Husodo
RSU Wiro Husada
RSU Bunda Mulia
RSU Bethseda GKPS
RSU Karya Husada
RSIA Mina Husada
RSUD Lukas Hilisimaetano
RSU Lagi Kartika
RSU Tiga Bersaudara
RSU Mina Padi
RSK Bedah Accuplast
RSU Muhammadiyah
SK Ginjal Rasyida
RSU Bethseda

Sementara itu, Ketua Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) Sumut, dr Azwan Hakmi Lubis yang diminta tanggapannya mengatakan, dari jumlah rumah sakit yang turun kelas ini, jumlah terbanyak berasal dari Kota Medan, yakni sebanyak 7 RS. Sedangkan untuk rumah sakit di Medan yang mendapatkan pembinaan, ada terdapat 3 RS.

“Jadi dari 72 rumah sakit yang di-review kemarin, hanya 26 yang diberi penilaian penyesuaian kelas. 10 rumah sakit di antaranya turun kelas, dan 16 lagi dilakukan pembinaan,” ungkapnya kepada wartawan, Rabu (4/9/2019).

Ia menjelaskan, rumah sakit yang mengalami penurunan kelas ini terdiri dari 1 RS turun dari kelas A ke B, 4 RS dari B ke C, dan 5 RS dari C ke D. Sementara untuk 16 RS yang mendapatkan pembinaan, kesemuanya merupakan RS dengan kelas C dan D.

“Untuk itu kepada rumah sakit yang turun kelas diimbau agar dapat melengkapi lagi syarat-syaratnya dalam penilaian ulang ke depan. Syarat-syarat itu berupa SDM (Sumber Daya Manusia) dan Aspak (Aplikasi pengelolaan sarana prasarana dan alat kesehatan),” jelasnya.

Dengan penurunan kelas yang terjadi ini, Azwan mengaku, dampaknya bagi rumah sakit ialah, biaya yang dibayarkan oleh BPJS Kesehatan akan diturunkan dari kelas sebelumnya. Kendati begitu, Azwan berharap, agar rumah sakit yang memperoleh penurunan kelas, tidak malah turut serta menurunkan kualitas pelayanannya.”Meski biaya yang didapatkan turun, janganlah pelayanan ikut turun juga. Harus tetap maksimal,” pungkasnya.

Terkait turunnya kelas Rumah Sakit berplat merah berlantai lima itu, Kepala RSUD Kota Padangsidimpuan Tetty Rumondang belum memberikan tanggapan. Meski sudah berulangkali dihubungi via selulernya, yang bersangkutan tidak mau menjawab. Demikian juga pesan singkat yang dilayangkan Metro Tabagsel, hingga berita ini diturunkan, Tetty belum menanggapinya. (mbc/bbs/ila/sp/san)

Unefa

Pascasarjana


Tags
Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker