Berita

Reynhard Sinaga Pemerkosa 190 Pria di Manchester Inggris, Divonis Seumur Hidup

Korban Pria Muda dan Mabuk

MANCHESTER, FaseBerita.ID – Reynhard Sinaga (36), seorang mahasiswa pascasarjana yang sedang menempuh studi di Inggris dijatuhi vonis seumur hidup oleh pengadilan karena memperkosa ratusan pria. Para korban Reynhard pun mengungkapkan berbagai cerita yang sangat miris.

Berdasarkan vonis pengadilan, Reynhard dinyatakan bersalah karena melakukan beberapa pelanggaran hukum, yakni pemerkosaan, penyerangan seksual, dan penggunaan narkoba. Meskipun pengadilan menyebut Reynhard sudah memperkosa 48 orang, polisi yakin korbannya berjumlah setidaknya 190 orang.

Secara penampilan, Reynhard sangat jauh dari predikat penjahat seksual. Penampilannya flamboyan, alim, dan suka pergi ke gereja. Tampangnya pun lugu.

Reynhard sudah selama lebih dari tujuh tahun tinggal di apartemen sewaan di Manchester. Dia sedang menjalani studinya untuk mendapatkan gelar doktor. Namun, di malam hari, sisi gelap Reynhard muncul. Ia berkeliaran untuk berburu para laki-laki muda.

Apartemennya hanya berjarak beberapa menit dari sebuah klub malam bernama Factory Nightclub. Di kawasan inilah Reynhard biasa berburu.

Modusnya, Reynhard biasanya mendekati korbannya di jalan. Sasarannya adalah pria milenial berusia akhir belasan atau awal 20-an yang sedang mabuk di dekat klub dan apartemennya.

Beberapa korban yang dimintai keterangannya oleh polisi dapat mengingat bahwa mereka diberi minuman oleh Reynhard sebelum akhirnya pingsan. Keterangan ini disebutkan dalam empat persidangan yang bergulir.

Para korban yang hadir di pengadilan, sebagian besar adalah heteroseksual. Sebagian besar korbannya juga tinggal di Manchester.

Dilansir dari BBC, Salah satu korban, sebut saja A, bercerita bahwa ia didekati Reynhard saat sedang menunggu pacarnya di luar klub malam Fifth Avenue. Reynhard lalu menawarkan sang korban untuk menunggu di dalam apartemennya. Setelah diberikan minum, yang sudah diberikan suntikan obat oleh Reynhard, korban mengaku tak sadarkan diri.

Seorang korban lain, B, menggambarkan bahwa tiba-tiba ia didekati oleh seorang pria muda Asia tak dikenal. Baginya, Reynhard tidak tampak seperti karakter yang menakutkan dan selama percakapan mereka di apartemen, Reynhard tampil seperti orang yang jujur dan cerdas.

Korba mengatakan kepada pengadilan bahwa segera setelah ditawari minuman, dia tidak dapat mengingat apapun sampai pagi. Korban tak tahu telah diperkosa sampai didekati oleh polisi.

Korban lain, C, percaya bahwa Reynhard adalah orang yang sangat baik. Setelah tak sadarkan diri usai minum di apartemen Reynhard, korban hanya ingat bahwa ia terbangun di lantai dan dalam kondisi ditutupi selimut. Beberapa korban lain mengaku merasa tubuh mereka sangat tidak enak setelah sadar dari pingsannya. Kebanyakan dari mereka terbangun dalam kondisi telanjang dan muntah. (Jp/fi)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button