Berita

Rencana Mau Nyabu Batal, Ditangkap saat Beli Rokok

FaseBerita.ID – Seorang pria ditangkap polisi dari depan sebuah warung di Jalan IL Nommensen, Kelurahan Angin Nauli, Kecamatan Sibolga Utara, Kamis (29/10) sekira pukul 14.30 WIB.

Dari tangan pria berinisial JPS (37) warga Jalan Rogate Kelurahan Angin Nauli dan Jalan Sibolga-Tarutung Km 4 Kelurahan Hutabarangan, polisi menyita barang bukti berupa sebuah HP merk Samsung. Kemudian, dari dashboard sebelah kiri sepedamotor yang dipakai JPS ditemukan sebuah kotak rokok berisi 1 paket sabu-sabu seberat 0,68 gram.

Sementara, dari rumahnya kembali disita barang bukti lainnya berupa timbangan digital. “Penangkapan bermula dari informasi masyarakat,” kata Kapolres Sibolga AKBP Triyadi dalam keterangan persnya melalui Kasubbag Humas Iptu Ramadhansyah Sormin, Kamis (12/11).

Menurutnya, sebelum ditangkap, JPS baru belanja sabu dari seseorang, yang identitasnya telah dikantongi di depan sebuah rumah ibadah di jalan IL Nommensen.

Diketahui, kalau pemberi Sabu punya hutang kepada JPS sebesar Rp3.000.000. Sehingga, pembayaran Sabu dipotong dari hutang pria yang diketahui JPS sebagai penjual Sabu.

Rencananya, sabu tersebut hendak dikonsumsi di Lobu, sebuah lapak di daerah Sibolga Julu yang biasa dijadikan tempat mengisap sabu-sabu.

“Sabu-sabu diperoleh dari seseorang disamping Sopo Godang, sebuah rumah ibadah seharga Rp500.000. Saat mau ke Lobu, JPS singgah di warung, mau beli rokok. Saat itulah dia ditangkap.

Dari hasil tes, urine JPS positif mengandung amphetamine. Usai menjalani pemeriksaan, ayah 1 anak tersebut ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di RTP Polres Sibolga.

Diduga telah melakukan tindak pidana, setiap orang tanpa hak atau melawan hukum menjual, membeli, menerima atau menjadi perantara dalam jual beli Narkotika Golongan I atau memiliki, menyimpan, menguasai dan menyediakan Narkotika Golongan I jenis bukan tanaman (sabu), sebagaimana dimaksud dalam pasal 114 ayat (1) Subsider pasal 112 ayat (1) Undang-undang RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika, tersangka diancam hukuman diatas 5 tahun. (ts)

iklan usi



Back to top button