Berita

Reaktif Covid-19, Seorang Dokter di Simalungun Meninggal

FaseBerita.ID – Seorang tenaga kesehatan berinisial JEFS meninggal dunia pada Selasa (18/8) malam, dalam status terkonfirmasi Covid-19 di RSUD Djasamen Saragih, Kota Pematangsiantar.

Pasien tersebut selama ini menjabat sebagai Kepala Puskesmas di Kabupaten Simalungun. Dia meninggalkan seorang istri dan tiga orang anak.

Sebelumnya, ia pernah dirawat di rumah sakit di Medan dan kembali ke Pematangsiantar setelah dinyatakan negatif alias sembuh.

Saat menjalani isolasi di Pematangsiantar, yang bersangkutan sakit lagi dan dirawat di rumah sakit milik Pemko Siantar.

“Sudah dibawa ke pemakamam dengan SOP Covid. Meninggal Selasa malam di IGD, berinisial JEFS,” ujar salah seorang pegawai Instalasi Kedokteran Forensik dan Medikolegal RS Djasamen Saragih.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Simalungun dr Lidya Saragih ditemui di lokasi pemakaman, Rabu (19/8) membenarkan bahwa pasien yang meninggal tersebut merupakan Kepala Puskemas di Kabupaten Simalungun.

Disinggung lamanya pemakaman, dr Lidya mengatakan setelah meninggal bisa tidak langsung dimakamkan.

“Sesuai SOP terbaru tidak bisa lewat dari 24 jam,” katanya dan JEFS langsung dikebumikan dan diberikan penghormatan yang langsung dihadiri Ketua Tim Gugus Dr JR Saragih selaku Bupati Simalungun.

Sementara itu, Juru Bicara (Jubir) Gugus Tugas Covid-19 Siantar Daniel Siregar mengatakan JEFS sudah pernah menjalani perawatan rumah sakit di Medan.

Setelah menjalani perawatan dinyatakan sembuh dan pulang ke Siantar menjalani isolasi mandiri.

“Dua hari dirawat, ada penyakit penyerta pasien, seperti jantung, asam urat, dan kolesterol,” ujarnya.

Fritz Ueki Prapanca Damanik dari Pusdalops Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Rabu (19/8), mengatakan, pelayanan Puskesmas Parbutaran dialihkan ke pustu atau puskesmas terdekat selama satu minggu, 19-25 Agustus 2020.

Gugus Tugas, katanya, melakukan sterilisasi dengan menyemprot disinfektan di Puskesmas Parbutaran dan lingkungan sekitarnya.

Sementara Bupati JR Saragih juga sudah memerintah seluruh staf Puskesmas Parbutaran untuk diperiksa kesehatannya. (ros/ant)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button