Berita

Ratusan Warga Sihaporas datangi Polres Simalungun: Desak 2 Warga Dibebaskan

SIMALUNGUN, FaseBerita.ID – Seratusan warga Nagori Sihaporas, Kecamatan Pematang Sidamanik mendatangi Polres Simalungun, menuntut Polres supaya mengeluarkan 2 warga Sihaporas yang telah ditangkap kasus penganiayaan, Rabu (25/9/2019) sekira pukul 13.00 WIB.

Masyarakat didominasi kaum ibu-ibu memadati halaman Mapolres Simalungun di Pamatang Raya, Kabupaten Simalungun, menilai pihak Polres Simalungun tidak adil dalam melaksanakan tugasnya.

Lantaran dua warga Sihaporas yakni Tomson Ambarita dan Jonni Ambarita telah ditahan Petugas Polres Simalungun setelah keduanya dipanggil sebagai saksi untuk memberikan keterangan pada, Selasa (24/9/2019).

Padahal Humas PT TPL Bahara Sibuea yang telah dilaporkan ke Polres Simalungun kasus penganiayaan anak di bawah umur, Mario Teguh (3) sampai saat ini belum juga ditangkap.

“Kami datang ke sini minta keadilan kepada Polres Simalungun, kenapa suami saya Tomson Ambarita dan Jonni Ambarita ditangkap sementara Humas TPL tidak ditangkap, padahal suamiku ingin menolong si Mario Teguh ya,” ucap Mrcy Silalahi (35), istri Tomson Ambarita.

Hal senada diutarakan Veronika Silalahi (33). Dia berharap Polres Simalungun segera menuntaskan kasus pemukulan anak di bawah umur korban Mario Teguh Putra Marudut itu.

“Kami minta Polres Simalungun segera tuntaskan kasus Mario Teguh Ambarita karena dia masih balita, keluarkan Tomson Ambarita dan Jonni Ambarita serta kembalikan tanah adat kami Lembaga Adat Pomparan Ompung Mamontang Laut Ambarita Sihaporas (Lamtoras),” pintanya.

Lasmida Ambarita (36) meminta pihak kepolisian supaya bersikap adil.

Daulat Ambarita (67) warga Nagori Sihaporas menegaskan jika tuntutan masyarakat tidak ditanggapi, pihaknya akan melapor ke instansi yang lebih tinggi bahkan ke Komnas HAM.

“Wajarkah perlakuan Humas tega memukul anak-anak, selaku Humas perusahaan berani kalilah dia memukul anak-anak, seharusnya Humas harus bersahabat dengan masyarakat. Kenapa proses TPL cepat diproses sedangkan pengaduan kami tidak, Humas TPL itu pun harus ditangkap. kalau tidak ditanggapi sampai kemanapun kami akan melapor hingga Komnas Ham,” tandasnya.

Kasubbag Humas Polres Simalungun, Iptu Lukman Hakim Sembiring saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, menerangkan bahwa kedatangan warga awalnya ingin besuk dua warga yang telah ditangkap.

“Kedatangan mereka untuk besuk, mereka berharap penanganan dari Kepolisian yang profesional, kita tetap melakukan proses penyelidikan jika lengkap bukti-bukti kita akan lakukan penangkapan,” terangnya.

Masih menurut Iptu Lukman Sembiring, pihaknya sudah memfasilitasi dan melakukan mediasi kepada masyarakat Sihaporas.

“Setelah kita mediasi mereka sudah mengerti.Proses selanjutnya diserahkanlah ke Polisi, kita harapkan kepada warga jangan melangkah hukum, percayakanlah polisi untuk melakukan proses hukum, kita tidak ada keberpihakan,” pungkasnya. (mag-05)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button