Berita

Ratusan Warga Saksikan Pemutaran Film Pendek ‘Puang Sorma’

Generasi Milenial Diajak Mencintai Lingkungan

SIANTAR, FaseBerita.ID – Pementasan film pendek teater ‘Puang Sorma’ memukau ratusan pengunjung di Kelurahan Pematang Simalungun, Kecamatan Siantar Selatan, Pematangsiantar, Sabtu (7/12) malam.

Film pendek ini menceritakan Legenda Panakboru Aggaranim boru Damanik sebagai pesan kesadaran menjaga lingkungan akan kebersihan dan kejernihan air, yang mana banyak sekarang mata air yang kondisinya buruk bahkan tak terawat sehingga banyak sampah dan jorok.

Dalam pemutaran film  pendek ‘Puang Sorma’ bahwa salah seorang perempuan putri raja menjadi ular tepatnya berada di permandian mata air. Sehingga keluarga mencari dan mencari hingga perempuan tersebut muncul sudah menjadi ular di dalam mata air.

Film itu disutradarai oleh Sultan Saragih. Sultan mengatakan, tujuan dibuatnya film tersebut adalah untuk melawan lupa kalau di Siantar tepatnya di Pematang Simalungun terdapat mata air yang bersih.

Maka menghormati alam menjadi bagian yang tak terpisahkan dari diri sendiri dan masyarakat. Perlu andil semua pihak menjaga keseimbangan ekosistem. Upaya adaptasi tradisi Simalungun kepada minat generasi untuk kembali melestarikan.

Sultan  Saragih menerangkan, selaku penggiat budaya, pihaknya terus berupaya mencari celah agar taradisi dan budaya Simalungun sampai generasi milinial. Dimana film ini merupakan media efektif untuk menyampaikan pesan sesuai bahasa remaja kaum muda yang disukai.

Dengan adanya pemutaran film tersebut terlihat bahwa kedatangan warga sangat banyak dari Siantar. Bahkan dari luar Kota Siantar, jadi dengan adnya film ini kiranya bisa menjadi pacuan dan mencintai lingkungan.

Adapun pemain yakni Anggarainim Damanik diperankan oleh Debora Damanik. Raja oleh Willy Girsang dan sebagai Puang Bolon Adelin boru Napitupulu masih duduk di SMK GKPS 3 Pematangsiantar, bersama teman dayang dayang lainnya Meta Malau, Irma Sinaga, Jesica Purba, Kerina Purba, Graciella Saragi, Tessa Sianipar, Cindy Purba, Kharisma Sipayung, Veronika. Guru Bolon dilakonkan oleh Roresky Sianipar (SMK 1 Siantar), remaja milenial yang sudah intens mendapat pembelajaran tor tor dan seni tradisi.

Jumlah pemain dan crew sebanyak 25 orang, Andrew Silalahi penata musik dan sound efect dengan pemeran tambahan Damar Laut Purba sebagai utusan Kerajaan Purba Pakpak, masih garis keturunan Raja Attian Purba Pakpak, hal ini seperti mengulangi kejadian 400 tahun silam ketika raja Siantar pertama, Opung Datu Parmata Manunggal dikunjungi pinangan banyak kerajaan luar.

Pengunjung Dodo Pandapotan Sipayung menyatakan bahwa sangat mantap diman mengingatkan bahwa untuk generasi muda sekarang ini tau bagaiman cerita awalnya air untuk dilestarikan. Terbukti ketika pemutaran flim pendek ” Pung Sorma”  ketika wanita menjadi ular didalam air.

“Jadi timbul hati kita untuk melestarikan,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Ani, pengunjung lainnya. Katanya, dengan pemutaran film tadi mengingatkan generasi muda bagaimana cerita awalnya bahwa mata air di Kota Siantar ini adanya putri raja jadi ular.

“Sehingga kita mengetahui kembali sejarahnya,” ucapnya.

Sementara Hermanto Sipayung SH, sebagai moderator menuturkan, dia mengapresiasi pemutaran film tersebut. Selain menghidupkan sejarah, ada beberapa hal nilai-nilai budaya yang terkandung di dalamnya.

“Cerita itu pantas dilestarikan. Pematang ini tak lari dari jaman. Ini harus dipertahankan dan Pematang akan menjadi Cagar Budaya. Mari ikuti zaman, tapi jangan tinggalkan budayamu sendiri. Dengan pemutaran film ini, semoga sejarah Pematang ini bisa kembali diketahui generasi muda dan nantinya dikembalikan menjadi cagar budaya,” terangnya.

Hal senada disampaikan Abram Cristopher Sinaga. Menurutnya, dengan menyaksikan film tadi, muncul keinginan mencintai lingkungan dan ingin mengetahui sejarah Siantar. Lihat saja penontonnya. Membludak,” sebutnya. (ros)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button