Berita

Ratusan Pelajar SMAN 1 Demo: Tuntut Kepala Sekolah Diganti

FaseBerita.ID – Senin (4/3) pagi, ratusan siswa-siswi SMA Negeri 1 Kotanopan, Kabupaten Mandailing Natal berunjukrasa. Siswa-siswi ini menuntut agar Kepala Sekolahnya diganti lantaran dinilai arogansi dan berkesan intimidasi.

Semenjak pagi itu, sekira 350 pelajar yang dikoordinir oleh OSIS itu telah membawa spanduk dan pamflet serta megaphone sebagai sarana peraga suara. Mereka ingin agar Kepala Sekolah sekarang ini Dra Siti Aminah segera diganti. Alasannya, karena kepemimpinan Kepsek selama ini dinilai otoriter dan mengandalkan sikap arogansi.

Selanjutnya, alasan lain menurut mereka, buruknya kepemimpinan di SMAN I Kotanopan, telah mempengaruhi kompetensi guru dan suasana kondusifitas belajar mengajar.

“Kepala sekolah sering mengintimidasi warga sekolah baik secara langsung ataupun tidak langsung, sehingga membuat resah dan tidak nyaman sebagian warga sekolah,” ucap seorang siswa membacakan tuntutan.

Kemudian, sikap Kepsek itu dikatakan mereka menyebabkan terhambatnya pengembangan bakat di bidang ekstrakulikuler. Seterusnya, barisan siswa ini meminta Dinas Pendidikan untuk datang ke Sekolah dan menerima aspirasi siswa-siswi dan menindaklanjutinya.

Siswa-siswi SMAN 1 Kotanopan ini juga mengancam akan mogok belajar, apabila unjuk rasa mereka ini tidak ditindaklanjuti dan dituntaskan.

Pada Pukul 09.30 wib para siswa-siswi yang berunjuk rasa ini kemudian diterima oleh Komite Sekolah SMAN I Kotanopan, Mutia Raja Batubara SPd.

Mediasi pun dilakukan. Dan memutuskan sementara agar proses belajar mengajar dilaksanakan, dan tuntutan akan ditindaklanjuti ke Dinas Pendidikan. Sampai berita ini dituliskan, proses penyelesaian persoalan masih berlangsung.

Menurut Kepala Cabang Dinas Pendidikan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, Ikhsan Lubis, dalam tata pelaksanaan unjukrasa siswa ini, ia menyalahkan tindakan siswa. Sebab katanya, semestinya mereka terlebih dahulu melaporkan ke Bidang Kesiswaan atau Komite Sekolah.

“Jadi siswa salah, saya salahkan siswa dalam hal ini. Masa, surat dari OSIS dipakai kop surat sekolah ke Polsek. Kemudian, untuk persoalan ini sudah saya bilang sama Ibu Kepala Sekolah (Dra Siti Aminah) agar perwakilan beberapa siswa, bidang kesiswaan untuk diselesaikan masalahnya. Jadi ini, belum dapat saya hasilnya masih berlangsung,” ungkapnya.

Ikhsan juga sempat menyalahkan Kepala Sekolah dalam penanganan persoalan bersama siswa. Sebab Kepala Sekolah sempat meminta agar ini dimediasi oleh Kecamatan.

“Tadi juga kepala sekolah mau dimediasi oleh camat. Kok sampai ke camat, tinggi kali. Sudah saya bilang, ibu itu kepala sekolah jadi harus ibu yang menyelesaikan, panggil semua ajak mediasi,” ungkapnya dalam sambungan selular. Ia juga pada dasarnya masih menunggu laporan hasil pertemuan atau mediasi yang tengah berlangsung itu. (san)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button