Berita

Ratusan Massa ‘Geruduk’ Pengadilan Negeri Simalungun

SIMALUNGUN, FaseBerita.ID – Ratusan warga memakai selendang Ulos Batak dan poster yang menyatakan dirinya tergabung dalam aliansi mahasiswa dan masyarakat adat, kembali mendatangi Pengadilan Negeri Simalungun, Senin (16/12).

Kedatangan mereka untuk meminta keadilan atas ditahannya dua rekan mereka.

Adapun pengunjukrasa yang terdiri dari elemen masyarakat adat Ompu Mamontang Laut Sihaporas, masyarakat adat Ompu Umbak Siallagan Dolok Parmonangan, PMKRI, GMNI Saling, GMKI, AMAN Tano Batak, Satma PP Kota Siantar dan Simalungun.

Dalam orasi dan poster yang dibentangkan para pengunjukrasa dituliskan, “Hentikan Kriminalisasi Terhadap Masyarakat Adat”.

Aksi itu kembali dilakukan dengan sidang ketiga Jonny Ambarita dan Thomson Ambarita sebagai terdakwa dalam kasus dugaan pengeroyokan terhadap Bahara Sibuea selaku Humas Toba Pulp Lestari (TPL).

Adapun orasi dari pengunjuk rasa yakni meminta agar hakim yang mengadili kedua rekan mereka tidak memihak dan jangan mau menerima sogok dari pihak TPL.

“Kiranya bersikap netral sesuai dengan fakta yang ada sebenarnya,” ujar mereka.

Selain itu, pengnjuk rasa juga mendesak Polres Simalungun  untuk segera menangkap Humas PT TPL Bahara Sibuea atas dugaan penganiayaan yang dilakukan Bahara Sibuea terhadap Thomson Ambarita pada 16 September 2019 di Buntu Pangaturan Desa Sihaporas pukul 11.30 WIB berdasarkan Laporan Polisi No. STPL/84/IX/2019 tanggal18 September 2019 lalu. .

Adapun sidang dalam persidangan yakni Jonny Ambarita dan Thomson Ambarita, pembacaan jawaban jaksa penuntut umum Firmansyah SH atas eksepsi dari pengacara terdakwa mingu lalu.

Mendengar jawaban dari Jaksa Penuntut umum Firmansyah, Majelis Hakim yang diketuai Rozianti SH didampingi Hakim Anggota Justiar SH dan Mince SH menunda sidang hingga Senin (23/12) dengan mendengarkan putusan sela. Selesai sidang, massa masih berada di lokasi hingga terdakwa dibawa penjaga tahanan. (ros)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button