Berita

Putri Histeris, Nelayan Tewas saat Menjaring Ikan: Jangan Kalian Bawa Baju Ayahku Itu Pak Polisi!

FaseBerita.ID – Defrianto (50), seorang nelayan tradisonal warga Desa Tapian Nauli III, Kecamatan Tapian Nauli, Tapanuli Tengah, ditemukan meningal dunia di dekat jaring tempat korban mengambil ikan di Sebelanga Desa Tapian Nauli I, Kecamatan Tapian Nauli.

Informasi yang diterima di lapangan oleh wartawan koran ini, sebelum meninggal dunia korban sempat berpamitan dengan keluarga untuk menjaring ikan. Pada Sabtu (18/4) sekira pukul 08.00 WIB lalu, korban berangkat menuju tempat biasanya ia menjaring ikan.

“Setibanya pukul 12.00 WIB, korban tidak kunjung pulang ke rumah untuk makan siang. Hal itu membuat istri korban bertanya-tanya di dalam hati dan langsung menyuruh anaknya menyusul sang ayah ke tempat korban menjaring ikan,” ujar seorang warga bermarga Hutagalung.

Lanjutnya, korban pertama kali ditemukan oleh anak kandungnya Junior Royandi Tamba (15) yang masih duduk di bangku sekolah. Ia berangkat mencari korban bersama dengan Rahmat Hutagalung (45). Mereka melakukan pencarian sekira pukul 12.00 WIB dengan menumpang perahu.

“Biasanya jam 12 siang korban sudah pulang ke rumah untuk makan siang. Sementara saat itu waktu menunjukkan sudah lewat dari jam 12 siang. Namun korban tidak kunjung pulang ke rumah. Kemudian anak korban berinisiatif mecari orang tuanya ke tempat biasa ayahnya menjaring ikan,” terangnya.

Sambungnya, setibanya di tempat orang tuanya menjaring ikan, kurang lebih sekira pukul 13.30 WIB, anak korban terkejut melihat orang tuanya sudah terbujur kaku. Selanjutnya mereka langsung membawa jasad Defrianto ke darat guna dilakukan pemeriksaan.

Penemuan jenazah korban ini sempat membuat heboh warga. Tak menunggu waktu lama, warga berkerumun di lokasi penemuan, tepatnya tak jauh dari jembatan poriaha. Lalu personel Polsek Kolang bersama petugas Kecamatan Tapian Nauli tiba di lokasi setelah mendapat informasi dan melakukan evakuasi jenazah korban menuju rumah duka.

Setibanya di rumah duka, Desa Tapian Nauli III, Kecamatan Tapian Nauli, Isak tangis keluarga pecah menyambut kepulangan jasad korban. Pukulan berat itu juga sangat dirasakan oleh salah seorang putri korban. “Boasa diboan hamuna abit bapak ki, ido abit na neng lao berangkat, sanga dope bapak ki manyukun topi na tua. Unang boa abit bapak ki tu hamuna bapak polisi. (Kenapa kalian bawa baju ayahku itu, itunya bajunya mau pergi berangkat, sempat lagi ayahku itu menanyakkan topi sama ku, jangan kelian bawa baju ayahku itu bapak polisi),” jerit putri korban saat itu.

Sementara itu Kapolsek Kolang Iptu M Tahir Lubis didamping Camat Tapian Nauli Rinaldy Siregar saat dikonfrimasi di rumah duka membenarkan penemuan jeasad korban. Disebutkan, berdasarakan keterangan istrinya bahwasa korban sebelumnya sudah memiliki riwayat penyakit jantung dan baru saja pulang dari RSUD Dr FL Tobing Kota Sibolga pada hari Selasa (14/4) lalu.

“Kita sudah melakukan pemeriksaan terhadap jenazah korban dibantu tim Medis Dr Hot Parsaulian Sihombing dari Puskesmas Poriahan. Hasil pemeriksaan tidak ada ditemukan tanda-tanda kekerasan. Pihak keluarga juga menolak untuk dilakukan otopsi dan jenazah dimakamkan pada Minggu(19/4) sekira pukul 10.00 WIB,” ujar Kapolsek.

Ia juga mengimbau kepada seluruh masyarakat, khusunya yang berada di Kecamatan Tapian Nauli, untuk mengurangi aktivitas di luar rumah jika memang tidak berkepentingan. “Hindari kerumunan, tetap jaga kesehatan dan patuhi larangan dan imbauan yang telah dianjurkan pemeritah guna memutus mata rantai penyebaran virus corona (covid-19).” (tam)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button