Berita

Pura-pura Dirampok Ternyata Gelapkan Rp47 Juta: Uang Ditanam di Samping Rumah

SIMALUNGUN, FaseBerita.ID – Demi menggelapkan uang milik perusahaan tempatnya bekerja, Sugianto alias Jarot (49) merekayasa seolah-olah ia menjadi korban perampokan. Dengan bantuan seorang temannya berinisial Suhar, warga Simpang Tangsi, Kecamatan Tanah Jawa, Kabupaten Simalungun itu diikat di sebatang pohon dan mulutnya dilakban.

Rekayasa tersebut terbongkar setelah pihak Polsek Bangun melakukan pendalaman terhadap Jarot, termasuk berdasarkan hasil olah Tempat Kejadian Perkara. Polisi menemukan sejumlah kejanggalan. Terbukti, Jarot justru sebagai dalang rekayasa seolah-olah ia menjadi korban perampokan.

Informasi dari polisi, Jarot bekerja di PT Indorasa Prima Sukses Gemilang, pabrik mie yang berada di Siantar Estate, Kecamatan Siantar. Ia bertugas menagih uang penjualan kepada konsumen.

Ketepatan, saat itu ia baru saja menagih ke Perdagangan. Pengakuan pelaku, uang hasil penagihan terjatuh sekitar Rp47 juta.

“Karena ketakutan, ia membuat skenario perampokan dengan bantuan temannya, berinisial S,” kata Ipda Bobi W, Kanit Reskrim Polsek Bangun, Jumat (25/19/2019) sekira pukul 14.00 WIB.

Berdasarkan keterangan tersebut, polisi menetapkan Jarot sebagai tersangka dan memburu rekannya.

“Kita masih mencari temannya,” katanya lagi.

Sementara itu, Kapolsek Bangun AKP Banuara Manurung mengatakan anggotanya sudah menangkap rekan pelaku di sekitaran Karang Anyar, Kecamatan Gunung Maligas.

“Kita cari barang bukti uang yang disimpan rekan pelaku. Menurut informasi dari anggota, uang itu sebenarnya disimpan oleh rekan pelaku dengan cara menanamnya,” ungkap Banuara yang ditemui sekitaran Mapolsek.

Tersangka saat menunjukkan barang bukti uang yang digelapkan.

Di tempat terpisah, T Pakpahan salah satu perwakilan PT Indorasa Prima Sukses Gemilang membenarkan pelaku sudah bekerja di perusahaan tersebut sejak lama.

“Iya memang pegawai di pabrik itu. Kami heran kenapa dia mau menggelapkan uang itu,” katanya seraya mengatakan dirinya sudah membuat pengaduan mewakili perusahaan atas kejadian itu.

Sebelumnya, Kamis (24/19/2019) sekira pukul 20.00 WIB, Jarot ditemukan warga di Jalan Asahan, Kilometer 8, Nagori Dolok Hataran, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun, tepatnya di samping salah satu kafe dengan kondisi tangan terikat dan mulut dilakban.

Ia mengaku menjadi korban perampokan, dan uang milik perusahaan dibawa kabur pelaku. Namun, ada kejanggalan. Sebab, sepedamotornya tetap berada di tempat tersebut. Selain itu, saat ditemukan Jarot dalam kondisi sehat dan bugar. Lakban yang menutup mulutnya hanya sekitar 5 centimeter dan terbuka. Sedangkan tali yang mengikat tangannya hanya satu lilitan.

Jumat (25/10) Suhar ditangkap dari dalam gubuk yang berada di perladangan di Pasar I Nagori Karang Anyar, Kabupaten Simalungun. Lantas polisi membawa Suhar ke kediamannya di Hataran Jawa, Simalungun. Sebab sebelumnya Suhar mengaku uang milik perusahaan yang ditagih Jarot ditanamnya di samping rumah. Benar, ketika digali, dari samping rumah Suhar ditemukan uang Rp47 juta yang kemudian disita polisi.

Kasat Reskrim Polres Simalungun AKP Muhammad Agustiawan saat dikonfrimasi, mengatakan pihaknya akan mengecek laporan tersebut

“Ok, saya cross check,” ujarnya singkat. (adi/int)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button