Berita

Pupuk Subsidi tidak Kosong, Tapi Masih Tahapan Administrasi

FaseBerita.ID – Pupuk Subsidi jenis Poska dikatakan masyarakat kosong dan langka dikarenakan tahapan administrasi dan tahapan pengurusan RDKK dan masih dalam tahapan pengajuan ke distributor. Khusus kota Pematangsiantar baru Siantar Sitalasari yang sudah keluar.

Terkait pupuk subsidi poska yang langkah membuat para petani Siantar Simalungun resah karena ada di beberapa titik sedang dalam musim nanam. Hendra Pardede selaku distributor pupuk subsidi di daerah kecamatan Siantar marihat mengatakan sebenarnya tidak kosong.

“Subsidi bukan kosong akan tetapi pupuk subsidi itu belum bisa dikeluarkan karena masih tahap administrasi. Jadi tiap awal tahun mengurus RDKK, kuota selanjutnya rapatlah di dinas pertanian selanjutnya diajukanlah ke provinsi secara online selanjutnya ke pusat. Kalau saya kebetulan di Siantar Marihat jadi di akhir bulan Maret akan keluar. Jadi untuk di Siantar yang sudah keluar itu di Siantar Sitalasari karena lagi tahapan menanam (marsame),” ujarnya sembari mengatakan kalau administrasi sekarang lumayan ribet jadi tidak bisa asal keluar.

Hendra menambahkan kalau setiap kecamatan di Siantar itu sudah ada RDKK nya dan sudah di susun. Seperti dia yang di Siantar Marihat akan mengajukan di bulan Maret 2020 agar dapat keluar di bulan Maret akhir dan waktu marsame pupuk sudah aman.

“Jadi seperti saya di bulan Maret awal sudah mengajukan agar di bulan Maret akhir waktu marsame pupuk sudah aman. Dan itulah yang akan kami antar-antar terus setelah keluar dana Gapoktan. Di kita sekarang pupuk kita secar administrasi di RDKK itu jadi nanti keluarlah RDKK nya kita tebuslah baru keluar lah DO nya. DO nya kita kasihlah ke distributor dan distributor lah yang akan mengasih pupuknya kepada kita,” ujarnya.

Terpisah, David Purba Kabid yang menangani pupuk subsidi saat dikonfirmasi media ini mengatakan kalau pupuk sudah datang. Dan saat di singgung media ini terkait yang di kecamatan Sitalasari sedang musim marsuan dia mengatakan pupuk subsidi yang hari Senin 2 Maret 2020 sudah datang dari distributor.

“Coba aja datangi ke kiosnya karena kita sudah telepon dari distributor dan pada hari Senin sudah datang. Memang pada minggu lalu memang masih kosong dan kita langsung telepon ke distributor dan juga ke produsen menanyakan alasan mereka kenapa belum masuk. Dan mereka bilang lagi proses. Selanjutnya kita bilanglah agar mengusahakannya agar cepat karena masyarakat Sitalasari itu sudah butuh pupuk,” Ujarnya sembari mengatakan sekarang sudah datang.

David menambahkan setelah masuk pupuk subsidi itu dia langsung menghubungi kelompok tani kalau memang butuh sudah bisa di datangi ke kios.

“Kita juga sudah menelepon kelompok tani kalau memang butuh pupuk subsidi sudah bisa mendatangi kios,” ujarnya.

Saat di singgung media ini kalau di daerah lain yang di Siantar apakah suda datang semua. Dia menjelaskan kelompok yang membutuhkan pupuk subsidi itu harus minta rekomendasi dari dinas ketahanan pangan dulu.

“Jadi kalau yang belum musim marsuan marsuan dan kelompok nya belum memohon penebusan pupuk dan kiosnya tidak bisa menebus. Jadi sesuai pertanaman kalau kami di dinas sudah mengatakan sewaktu rapat kalau bisa sebulan sebelum membutuhkan pupuk kelompok itu harus sudah memasukkan permohonan rekomendasi  penyaluran pupuk. Karena kios itu kalau tidak ada permohonan dari kelompok ia ga bisa menebus ke distributor,” ujarnya sembari mengatakan kalau pupuk itu sebenarnya tidak kosong. (Mag 04)

Unefa

Pascasarjana

Tags
Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
Close