Berita

Puluhan Ternak Babi di Simalungun Mati Usai Divaksin

Dilaporkan ke Petugas Malah Dibentak

SIMALUNGUN, FaseBerita.ID– Kebahagiaan peternak babi di Siantar-Simalungun sirna begitu ternak mereka bermatian satu jam setelah divaksin oleh Dinas Peternakan Kabupaten Simalungun.

Padahal sebelumnya, peternak ini sudah merasa sedikit lega karena didatangi Dinas Peternakan terkait virus hog cholera. Mereka berharap, vaksin tersebut mampu mengurangi virus yang sudah banyak ‘membunuh’ ternak babi khususnya di Sumatera Utara (Sumut).

Namun, kini, kebahagiaan itu berubah seketika. Mennauli Br Saragih, misalnya. Warga Desa Simbolon Tengkoh, Kecamatan Panombean Pane, Kabupaten Simalungun mengaku sebanyak 35 ekor ternak miliknya mati usai divaksin.

“Aku sedih melihat ternakku bermatian. Ada 35 ekor yang mati. Semuanya mati satu jam setelah divaksin oleh Dinas Peternakan Simalungun yang bekerjasama dengan perangkat desa setempat. Aku harus mengubur sendiri ternakku yang bermatian itu,” kata Mennauli Br Saragih dengan rawut wajah sedih saat ditemui wartawan, Minggu (12/1).

Diceritakan Mennauli Br Saragih, meski sudah mendengar adanya virus hog cholera menyerang ternak babi di Sumutera Utara, namun hingga Dinas Peternakan turun melihat ternak miliknya, tidak ada satupun yang terkena virus itu.

“Sebelumnya baik-baik sajanya. Tidak ada kenapa-kenapa. Justru sebaliknya, begitu divaksin, ternak saya bermatian,” ungkap Boru Saragih.

Disebutkan, sebelumnya, salah seorang perangkat desa (Sekdes) bersama Dinas Peternakan mendatangi rumahnya untuk menawarkan diri mem-vaksin 35 ekor babi miliknya.

“Mereka mengatakan ingin mem-vaksin tenak saya. Yach, karena untuk kesehatan ternak, aku pun setuju meski saya harus bayar,” ujarnya.

Saat itu, semua berjalan lancar. Seluruh (35 ekor, red) ternak miliknya selesai divaksin.

Kemudian Sekdes dan Dinas Peternakan pulang. Namun, berselang satu jam kemudian, Mennauli Br Saragih terkejut begitu melihat 35 ekor ternaknya terkapar lemas.

“Aku terkejut, ternakku kok jadi lemas begitu. Dari situ saya mulai cemas dan mencoba menghubungi salah seorang petugas Dinas Peternakan Simalungun untuk menyampaikan hal itu. Tetapi saya bukannya mendapat solusi, saya malah dibentak-bentaknya,” kata Mennauli dengan mata berkaca-kaca tak terima diperlakukan seperti itu.

Dia merasa kecewa terhadap Dinas Peternakan juga perangkat desa setempat. Dimana ke-35 ekor ternak miliknya yang sudah ia besarkan bersusah payah mati sia-sia.

“Seandainya saya menolak untuk tidak divaksin, mungkin ternakku itu masih ada,” sebutnya. (fe)

 

Berita lainnya

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
Close