Berita

Puluhan Mahasiswa Kawal Sidang Jony dan Thomson Ambarita: Tolong Beri Kami Keadilan…

SIMALUNGUN, FaseBerita.ID – Puluhan Mahasiswa bersama masyarakat kembali mendatangi Pengadilan Negeri Simalungun, Senin (27/1). Kedatangan mereka untuk mengkawal sidang terdakwa Jony Ambarita dan Thomson Ambarita atas kasus pemukulan Humas TPL.

“Ini adalah sebagai bentuk perihatin kami terhadap masyarakat adat Sihaporas,” kata Theo Naibaho, perwakilan Aliansi Mahasiswa.

Mereka mengaku kecewa bagaimana hukum di Pengadilan Negeri Simalungun, kenapa masyarakat yang harus diproses hukum.

“Kenapa TPL masih belum ada diproses. Dimana perasaan kalian terhadap kami ini setiap sidang selalu hadir. Kami tidak sekaya kalian. Pengadilan adalah wakil Tuhan di dunia ini. Tolong berilah kami keadilan. Kami ingin Jony Ambarita dan Thomson dibebaskan,” sebutnya.

Pantauan wartawan, bersamaan dengan demo, sidang kedua terdakwa Jony Ambarita dan Thomson Ambarita juga berlangsung.

Dalam sidang, Jony Ambarita menerangkan, selama ini, di lahan tersebut, mereka bercocok tanam jagung. Namun, tiba-tiba pihak TPL melarang sehingga terjadi keributan di lokasi.

Aliansi Mahasiswa saat berjalan menuju Pengadilan Negeri Simalungun

Sebelumnya, kedua terdakwa dalam persidangan didampingi tim kuasa hukum telah didakwa keduanya melakukan pemukulan terhadap Bahara Sibuea, selaku Humas TPL juga kepada Agus Duse Damanik, Fidrus A Simbolon dan Haposan Sitorus.

Penganiayaan dan pengeroyokan yang dilakukan dua terdakwa bersama warga lainnya yang dinyatakan DPO, terjadi tertanggal 16 September 2019 lalu.

Atas larangan tersebut, masyarakat Sihaporas berontak. Mereka tidak terima dengan kebijakan TPL.

Apalagi, selama ini, mereka menganggap lahan tersebut adalah tanah adat yang dikuasai secara turun temurun berdasarkan sertifikat Badan Registrasi Wilayah Adat (BRWA).

Akibatnya sekitar 80 warga yang memasuki lahan konsesi tersebut marah. Dengan kayu dan cangkul, mereka memukul humas, karyawan dan security PT TPL. Akibatnya korban mengalami luka-luka.

Jaksa Firmansyah menjerat para terdakwa dengan Pasal 170 (1) atau kedua pasal 351 (1) Jo 55 (1) ke-1 KUH Pidana.

Majelis hakim Rozianti SH didampingi hakim anggota Justiar dan Aries menunda sidang hingga Rabu 29/1) mendatang dengan agenda mendengarkan keterangan saksi yang meringankan terdakwa. (ros)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button