Berita

Puluhan Hewan Lembu di Asahan Mati: Hidung Mengeluarkan Busa

FaseBerita.ID – Warga Desa Aek Songsongan Kecamatan Aek Songsongan Kabupaten Asahan geger setelah menemukan belasan ekor lembu milik warga terkapar mati dalam kondisi hidung mengeluarkan busa di kebun sawit milik salah seorang warga, Sabtu (4/4) pagi.

Personel Polsek Bandar Pulau langsung turun ke lokasi kejadian setelah mendapatkan laporan dari warga dan langsung berkordinasi dengan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Asahan dan telah mengambil beberapa sampling hewan seperti lidah, hati dan usus untuk diteliti di labolatorium guna diketahui penyebab matinya lembu.

Kapolsek Bandar Pulau AKP Anggun Andhika Putra menjelaskan pihaknya mengetahui kejadian itu setelah warga melaporkan peristiwa tersebut dan ditindaklanjuti oleh petugas Bhabinkamtibmas di lapangan.

“Jumlah lembu yang mati setelah dihitung ada enam belas ekor. Mati di area perkebunan sawit milik warga dengan jarak terpisah-pisah sebagian ada yang berdekatan,” kata Kapolsek.

Dijelaskannya, 16 ekor lembu yang mati tersebut milik 6 orang warga desa setempat. Selama ini lembu tersebut memang dilepas liarkan warga di kebun sawit yang diketahui milik US.

“Kalau dugaan orang dinas ini keracunan. Tapi masih dipastikan dulu setelah keluar hasil labolatoriumnya,” kata Kapolsek.

Informasi dihimpun, seluruh lembu yang mati itu berada di lahan US. Keputusan itu diambil setelah polisi memediasikan persoalan ini bersama unsur forum kordinasi pimpinan kecamatan (Forkopicam), antara pemilik lahan dan enam orang warga yang mengaku pemilik lembu mati tersebut.

“Dari hasil musyawarah mufakat Forkopicam pemilik lembu menerima kondisi lembunya yang mati dan dikubur di lahan kebun milik warga bernama US,” kata Kapolsek Bandar Pulau, AKP Anggun Adhika Putra.

Adapun pemilik lembu tersebut seluruhnya milik warga Desa Aek Songsongan diantaranya milik Sunarni 1 ekor, Rifai  3 ekor,  Sudaryono 2 ekor,  Abd Hobi 3 ekor, Rian 1 ekor dan Sutarno 6 ekor. Dari keterangan seluruh pemilik lembu bahwa hewan ternak mereka selama ini dilepas liarkan di kebun warga.

Sementara itu, berdasarkan cek di lokasi kejadian dari Dinas Peternakan Kabupaten Asahan, melalui Solihin selaku petugas Solihin menyampaikan bahwasanya diduga lembu tersebut mati karena keracunan. Namun demikian untuk memastikannya harus melalui hasil penelitian laboraturium.

“Dinas sudah mengambil sempel lidah, hati, usus lembu yang akan dikirim ke Kabupaten Asahan untuk mengetahui penyebab matinya hewan tersebut,” tambahnya. (per/rah)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button