Berita

Puluhan Ekor Ternak Babi di Siatas Barita Mati Mendadak

TAPUT, FaseBerita.ID – Peternak babi di Desa Simorangkir Julu, Kecamatan Siantar Barita, Kabupaten Tapanuli Utara mengeluhkan ternak babi yang banyak mati mendadak diduga akibat diserang virus.

Menurut salah seorang peternak Hasiholan Simorangkir, mereka tidak tahu virus apa yang menyerang dan menyebabkan banyak ternak mereka yang mati mendadak.

“Kami tidak tahu virus apa yang menyerang dan menyebabkan banyak ternak yang mati mendadak, yang jelas untuk menghindari kerugian yang lebih besar kami terpaksa menjual ternak kami,” ungkapnya, Senin (7/10/2019).

Atas kondisi tersebut dan beredarnya informasi yang dihimpun dari masyarakat luas akan banyaknya ternak kaki empat yang mati mendadak diduga akibat diserang virus mematikan sejenis hogcholera.

Kabid Peternakan Dinas Pertanian Taput Drh Rony Hutasoit mengaku, pihaknya belum bisa memastikan virus apa yang menyerang dan menyebabkan banyak ternak warga yang mati mendadak.

“Sebab setelah kami cek ke lokasi kandang ternak warga, kami tidak menemukan lagi ada bangkai ternak yang seharusnya kami periksa untuk memastikan penyebab kematian ternak,” ujarnya saat dihubungi wartawan, Rabu (9/10/2019).

Namun dia mengatakan, untuk menghindari serangan virus penyakit ternak, pihaknya sudah mengobati sejumlah ternak warga yang masih hidup dengan menyuntikkan vitamin dan anti virus.

”Tim dokter hewan kami sudah ke lokasi memberikan pengobatan kepada ternak warga yang masih hidup dengan memberikan vitamin dan anti virus penyakit,” ucapnya.

Ditambahkannya, untuk memastikan virus yang menyerang ternak babi tersebut pihak Balai Veteriner Medan telah melakukan pemerikasaan sampel di laboratorium mereka.

Pihak Pertanian melalui Kabid Peternakan Drh Ronny Hutasoit menjelaskan sebelumnya kejadian yang sama yaitu mati mendadak terhadap ternak babi sudah terjadi di Kabupaten Dairi dan Kabupaten Humbahas.

Oleh karena itu harap Kabid Peternakan kepada masyarakat untuk memperkecil penyebaran virus yang menyerang ternak babi tersebut, agar setiap ada kejadian yang sama supaya masyarakat tidak membuang bangkai ternak tersebut di tempat terbuka dan diharapkan masyarakat menguburkannya. (mt/osi)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button