Berita

Pulang Antar Anak ke Sekolah, Ayah Tewas Tergilas Angkot

SIANTAR, FaseBerita.ID – Pagi hari, Jumat (20/9/2019) jarum jam masih menunjukkan pukul 06.45 WIB. Namun St Lumumba Siregar sudah keluar dari rumahnya di Marihat II, Kelurahan Pematang Marihat, Kecamatan Siantar Simarimbun. Ia mengendarai sepedamotor Honda Kharisma BK 3047 WB, dan membonceng anaknya menuju sekolah, SD Cinta Rakyat di Jalan Sibolga, Kelurahan Toba, Siantar Selatan.

Dari sekolah, ia kembali ke rumahnya, menyusuri Jalan Melanthon Siregar. Namun belum tiba di rumah, tak jauh dari SMA Budi Mulia, satu unit mobil penumpang (mopen) atau angkutan kota (angkot) Siantar Bus BK 7033 WB jurusan Marihat-Parluasan, yang datang dari arah bersamaan, menyenggol sepedamotor motor korban.

Akibatnya, korban yang merupakan Sintua di Gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Jalan Bahkora II, Kelurahan Pematang Marihat Kecamatan Siantar Simarimbun ini terjatuh ke badan jalan. Selanjutnya, ban mopen Siantar Bus menggilas kepalanya. Korban pun meninggal dunia di lokasi kejadian.

Polisi yang tiba di lokasi kejadian langsung mengevakuasi korban ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Djasamen Saragih. Tak lama, keluarga koban berkumpul. Mereka tidak menyangka korban pergi secepat itu.

Keluarga juga menyebutkan selama ini korban tidak pernah melaju kencang saat mengendarai sepedamotor.

Diketahui, istri korban yang merupakan pegawai Rumah Sakit (RS) Harapan Pematangsiantar. Ia memiliki lima anak. Salah seorang anaknya, berkarir sebagai Polisi Wanita (Polwan) dan bertugas di Polres Pematangsiantar. Di rumah duka, istri dan anak-anaknya histeris saat jenazah baru tiba.

Terpisah, Kanit Laka Satlantas Polres Pematangsiantar Aipda Marojahan Nainggolan saat dikonfirmasi mengatakan pihaknya masih mengusut kasus tersebut.

“Barang bukti telah kita amankan. Untuk sementara, penyebab kecelakaan belum bisa kita ungkap karena masih meminta keterangan saksi-saksi, termasuk supir mopen,” terangnya. (mag-03)

Unefa

Pascasarjana

Tags

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
Close