Berita

Pukat Trawl Marak di Selat Malaka: Nelayan Tradisional Tanjungbalai Gelar Unjuk Rasa

FaseBerita.ID – Aksi protes nelayan tradisional Kota Tanjungbalai meminta Pemerintah Pusat dan aparat penegak hukum untuk segera menghentikan dan tindak tegas pukat trawl yang kian marak beroperasi di Perairan Selat Malaka.

Nelayan tradisional menggelar aksi protes di Pasar Baru Kelurahan Muara Sentosa, Kecamatan Sei Tualang Raso, Kota Tanjungbalai, Rabu (4/3). Nelayan tampak membentangkan karton yang bertuliskan “Tindak Tegas Pukat Trawl yang merusak Ekosistem Laut”.

Pantauan wartawan di lokasi lain, ratusan kapal nelayan tradisional tidak pergi melaut akibat pukat trawl yang hingga saat ini masih beroperasi di perairan selat malaka dengan menggunakan alat tangkap yang merusak habitat ekosistem di dalam laut.

Zafar (52), perwakilan nelayan jaring puput mengatakan apabila pemerintah pusat dan aparat penegak hukum tidak bisa menindak tegas atau pun menghentikan aktivitas pukat trawl yang cukup meresahkan nelayan tradisional dengan menggunakan alat tangkapnya yang  merusak habitat ekosistem laut, maka ratusan nelayan yang akan turun ke perairan Selat Malaka.

“Bagi kami nelayan tradisional cukup meresahkan. Sudah berapa tahun ini kami resahkan, semua sudah kami coba melaporkan sampai ke provinsi, namun tidak ada tanggapan. Kami lihat sampai saat ini di perairan Selat Malaka semakin marak pukat trawl dan bebas melakukan aktivitas,” ungkap Zafar.

Lanjut Zafar, nelayan tradisional meminta pemerintah pusat dan aparat penegak hukum untuk segera menghentikan aktivitas pukat trawl dan menyelesaikan permasalahan ini.

“Jangan terjadi lagi seperti tiga tahun yang lalu diaman ada pembakaran pembakaran. Apabila pemerintah tidak dapat juga menyelesaikan permasalahan ini maka kami akan turun ke perairan Selat Malaka,” tutupnya.

Seperti yang diketahui keberadaan pukat trawl dengan menggunakan alat tangkap yang merusak ekosistem laut sudah dilarang oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti telah mengeluarkan Permen KP No 2/PERMEN-KP/2015 yang melarang penggunaan jenis jaring tersebut.

Permen KP No 2/PERMEN-KP/2015 berisi tentang larangan penggunaan alat penangkapan ikan pukat hela (trawl) dan pukat tarik (seine nets) di wilayah pengelolaan perikanan negara Republik Indonesia. Peraturan itu adalah penegasan dari UU No 31 Tahun 2004 tentang perikanan, terutama pasal 9 ayat (1) yang menyebutkan larangan kepemilikan dan penggunaan alat tangkap ikan yang mengganggu dan merusak keberlanjutan sumber daya ikan di wilayah Indonesia, termasuk jaring trawl atau pukat harimau, dan/atau kompressor. (ck04/rah)

Melawan Virus Corona   Pascasarjana USI  
Tags

Berita lainnya

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
Close