Berita

PTPN 3 Distrik Asahan Kelola Ribuan Hektare Lahan Tanpa HGU

FaseBerita.ID – Terhitung sudah selama 15 tahun PTPN 3 Distrik Asahan mengelola ribuan hektare (Ha) lahan tanpa dilengkapi Hak Guna Usaha (HGU). Lahan tersebut tepatnya berada di Kebun Unit Hessa Air Genting, Sei Dadap, Ambalutu /Sei Kopas, Sei Silau, Buntu Pane, dan Pulau Mandi. Informasi diperoleh, HGU atas ribuan hektare lahan tersebut telah berakhir sejak 2005 lalu.

Padahal sesuai Peraturan Menteri Agraria Tata Ruang (Permen ATR) No 7 Tahun 2017 BAB IV Pasal 54 menyebutkan, apabila HGU hapus dan tidak dapat diperpanjang, bekas pemegang hak wajib membongkar bangunan dan benda-benda yang ada di atasnya serta menyerahkan tanahnya kepada negara dalam keadaan kosong, paling lambat dalam waktu 1 tahun sejak hapusnya hak.

Dalam hal bekas pemegang hak tidak membongkar bangunan dan benda-benda sebagaimana dimaksud ayat (1) tanah beserta bangunan dan benda-benda dikuasai langsung oleh negara.

Kabag Umum PTPN 3 Distrik Asahan, Wilson Pane yang ditemui di ruang kerjanya, di Jalan Besar Sei Silau, Kecamatan Buntu Pane, Kabupaten Asahan, Senin (12/10) membenarkan dan tidak membantah hal tersebut. Menurutnya, lahan kebun yang telah berakhir HGU-nya tetap masih dikuasai dan diusahai sesuai peruntukannya dan tidak beralih fungsi.

“HGU-nya dibatalkan jika kebun itu beralih fungsi. Persoalan kebun kita hanya telah berakhir HGU-nya, namun masih tetap kita usahai sesuai peruntukannya dan perpanjangan HGU-nya masih berproses di BPN Kabupaten Asahan,” terang Wilson.

Wilson menjelaskan, saat ini pihak perusahaan telah mengajukan perpanjangan HGU di 2 unit, yaitu Unit kebun Sei Dadap dan Pulau Mandi.

“Yang kita ajukan proses perpanjangan HGU-nya saat ini ada dua kebun unit, yaitu Kebun Sei Dadap dan Pulau Mandi. Kalaupun ada yang lainnya, mungkin sudah terlebih dahulu diproses,” katanya.

Saat ditanya apa sikap BPN Kabupaten Asahan terkait puluhan tahun HGU lahan PTPN 3 telah berakhir, Wilson mengaku kurang tahu.

“Karena bukan saya yang hadir mengikuti pertemuan, dan mengikuti berbagai tahapan dalam proses perpanjangan HGU. Jadi kalau ditanya secara komplit, saya tidak pernah mengikuti sidang dan bukan saya yang mengurusnya. Namun soal perpanjangan HGU, sesuai informasi dari kantor di Medan, katanya masih dalam proses perpanjangan di BPN,” jelasnya.

DDisinggung mengenai kewajiban kepada pemerintah atas lahan yang telah berakhir HGU-nya, Wilson yang sudah dua tahun bertugas di Distrik Asahan mengaku masih tetap dipenuhi.

“Walaupun HGU-nya berakhir, kita tetap melakukan kewajiban membayar pajaknya sesuai yang telah ditentukan negara,” tukasnya. (bay)





Back to top button