Berita

PT Permata Hijau Sawit Terkesan Tertutup terkait Karyawan Tewas di Kolam Limbah

FaseBerita.ID – Nasib karyawan PT Permata Hijau Sawit (PHS) yang ditemukan tewas di kolam limbah pabrik, hingga kini masih tanda tanya. Perusahaan yang bernaung di Permata Hijau Group (PHG) ini terkesan tertutup perihal hak-hak karyawan itu. Pihak perusahaan menegaskan tetap memenuhi hak-hak karyawan tersebut.

Di samping itu, perusahaan juga dinilai tidak terbuka perihal karyawan tersebut bisa masuk ke areal kolam limbah. Padahal, shift karyawan ini selesai pukul 11.00 WIB malam saat itu di pabrik. Bahkan pernyataan Manajer HRD Edi Gusanto dengan Humas PT PHS tidak sejalan. Yang selanjutnya diklarifikasi ulang Manajer HRD ini.

Edi Gusanto menyebut karyawan yang bersangkutan sedang dalam kerja. Sedang humas mengaku, shift karyawan ini berakhir pukul 11.00 WIB malam.

“Bang karyawan ybs, pada saat kejadian dalam kondisi kerja, hak nya kita ikuti sesuai aturan ketenaga kerjaan,” kata Manager HRD Edi Gusanto lewat aplikasi pesan singkat belum lama ini.

Baca sebelumnya: Jatuh ke Kolam Limbah Pabrik, Karyawan Permata Hijau Group Tewas

“Benar sifnya jam 11.00 WIB malam, kejadiaannya jam berapa tdk ada yang tahu persis, ybs tugas di pks mengawasi limbah,” sebut Edi Gusanto.

Terkait bagaimana SOP penanganan limbah di perusahaan kelapa sawit ini, pihak perusahaan tidak menjawab. Hanya saja, pihak perusahaan memastikan, keluarga korban sudah ikhlas menerima kejadian tersebut.

Karyawan PT Permata Hijau Sawit (Permata Hijau Group) ditemukan tewas di kolam limbah pabrik, Jumat (22/5) lalu.

“Keluarga korban sudah ikhlas atas kejadian tersebut, segala sesuatunya sudah disampaikan ke pihak kepolisian,” tutupnya mengakhiri pesan.

Kapolsek Sosa melalui kanit Reskrim Ipda Suyatno menyebutkan kasus ini masih lidik.

“Masih lidik,” ujar Kanit belum lama ini.

Sebelumnya, diberitakan salah seorang karyawan PT Permata Hijau Sawit (Permata Hijau Group) yang bernaung di Permata Hijau Group (PHG), Joni Lubis (35) di Desa Mananti Kecamatan Hutaraja Tinggi ditemukan tewas di kolam limbah pabrik, Jumat (22/5) sekira pukul 04.30 WIB. Karyawan pabrik kelapa sawit terbesar ini ditemukan mangambang di kolam limbah tanpa mengenakan pakaian, hanya pakaian dalam.

Informasi yang dihimpun, saat ini kasus tersebut sudah ditangani kepolisian. Olah TKP ke lokasi kejadian juga dilakukan.

“Sudah ditangani pihak berwajib, humas, dari pagi tadi membuat laporan ke polisi. Ini sedang proses pengurusan jenazah untuk diberangkatkan ke kampung halamannya,” kata Edi Gusanto, salah satu manager PT PHG kandir Medan saat dihubungi.

Hanya saja, pihak perusahaan besar ini enggan membeberkan terkait karyawan itu bisa masuk ke lokasi limbah. Bagaimana keamanan kolam limbah sebesar PHG sesuai SOP, sampai karyawan bisa masuk yang semestinya zona tertentu.

“Kami, masih fokus mengurus korban ya, nanti dijelasin humas dan dia juga sudah BAP di polsek,” tambah Edi Gusanto.

“Kami turut berduka cita atas meninggalnya almarhum Joni Lubis, info dari unit pihak kepolisian sudah ke TKP, pihak keluarga sudah ikhlas menerima musibah ini dan sudah diberangkatkan ke Pasaman untuk dimakamkan di kampung orang tuanya,” tambah Asep, manager lainnya di PHG.

Sementara informasi dari Camat Hutaraja Tinggi Sudaryono menyebutkan, karyawan itu diduga tewas saat melakukan perburuan di malam hari, di sekitar kolam limbah. Hanya saja camat tidak mengetahui, sampai korban ini bisa masuk ke dalam kolam limbah.

“Kabarnya sedang berburu, kenapa bisa jatuh nggak tahu,” ujar Sudaryono.

Sedang Humas PT PHS Syariful yang membenarkan kejadian itu juga enggan memberikan keterangan. Kasus ini sepenuhnya diserahkan ke kepolisian.

“Kami tidak tahu (kronoligis). Kan sudah diserahkan sama polisi,” ketus Syariful. Sementara Kapolres Palas AKBP Jarot Yusviq Andito melalui Kasat Reskrim Iptu Aman Putra juga membenarkan kejadian itu. Mayat laki-laki yang merupakan karyawan PT PHS mananti ditemukan tenggelam di kolam limbah nomor 09 milik PT PHS (PHG) Mananti.

“Adapun penyebab meninggalnya korban sementara diduga akibat tenggelam pada saat akan mencoba mengambil hasil buruan burung yang ditembak oleh korban di kolam limbah,” terang Iptu Aman dalam keterangan tertulisnya. (tan/fi)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button