Berita

PT Agung Beton Perdana Dituding Cemarkan Udara: Warga Ramai-ramai datangi Perusahaan

SIANTAR, FaseBerita.ID – Baru sebulan beroperasi, keberadaan PT Agung Beton Perdana (ABP) di Jalan Medan, Km 7, Kelurahan Tanjung Tongah, Kecamatan Siantar Martoba, Pematangsiantar, sudah diprotes warga sekitar. Selasa (29/10/2019) sekira pukul 08.30 WIB, puluhan warga mendatangi perusahaan yang memasarkan bahan-bahan konstruksi bangunan, khususnya beton cor.

Sebenarnya, warga sudah empat kali mendatangi perusahaan tersebut. Warga keberatan karena perusahaan tersebut menyebabkan pencemaran udara. Kemarin, warga kembali datang dengan membawa RT untuk bisa bertemu langsung dengan pimpinan perusahaan.

RT 003 Tanjung Tongah, Suratminata mengatakan, kemarin warga hanya bertemu humas PT Agung Beton Perdana, Darwis. Kepada Darwis, warga menyampaikan keluhan terkait pencemaran udara yang ditimbulkan oleh perusahaan tersebut.

“Kami sebelumnya sudah melayangkan surat keberatan sekali. Bahkan kami juga sudah empat kali bersama warga datang ke perusahaan itu untuk mengajukan keberatan. Tapi pimpinan perusahaan tidak pernah berhasil ditemui,” terangnya.

“Kami berharap lingkungan ini bersih kembali seperti sedia kala. Itu saja harapan kami. Terlebih warga kami pun sudah ada lima orang jatuh sakit,” tambahnya.

Diterangkannya, perusahaan ini beroperasi hingga malam.

“Terus terang, selama 24 jam warga di sini terus menghirup udara seperti ini,” sebutnya.

Kata warga, Darwis juga mengatakan akan membeton jalan masuk menuju perusahaan yang masih terbuat dari tanah. Selanjutnya, kendaraan roda enam yang keluar masuk perusahaan, akan disemprot air supaya abu tidak banyak berterbangan.

Sumiati, salah seorang pemilik warung makanan mengaku keberatan karena abu yang berterbangan menganggu aktivitasnya. Kata Sumiati, cucunya sakit karena selalu menghirup udara yang tidak sehat.

“Cucu saya sakit akibat menghirup debu. Dia sesak nafas. Baru semalam pulang berobat dan kata dokter cucu saya itu sesak akibat menghirup debu,” terangnya.

Sumiati menambahkan, akibat banyak debu berterbangan di sekitar warungnya,  sangat berpengaruh terhadap omzet dagangannya.

“Saya kan jualan makanan. Kayak mana orang mau datang makan kalau debu sebanyak ini. Jauhlah turun drastis (omzet), dan terkadang sayuran saya buang karena tidak habis,” keluhnya.

Sumiati mengaku tidak keberatan dengan berdirinyaperusahaan tersebut. Hanya saja, kendaraannya jangan mengakibatkan tanah berserakan di badan jalan yang mengakibatkan debu tebal.

“Kita berharap pihak perusahaan segera menangani kasus ini,” ujarnya.

Terpisah, Camat Siantar Martoba Ari Sembiring ketika dihubungi mengaku tidak mengetahui soal keberatan warga.

“Saya tidak tahu. Masyarakat dan RT juga tidak ada melaporkan kepada saya. Tapi nanti saya akan coba hubungi RT di sana,” ujarnya singkat.

Sayangnya, pihak PT Agung Beton Perdana, baik pimpinan maupun humas belum bisa ditemui untuk konfirmasi. (mag-04)



Unefa

Pascasarjana
Tags
Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker