Berita

Proyek Swakelola DAK Disdik Simalungun Diduga Sarat Penyimpangan

SIMALUNGUN, FaseBerita.ID – Proyek Swakelola Dana Alokasi Khusus (DAK) Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Simalungun sarat penyimpangan dapat menimbulkan kerugian negara.

Kurangnya pengawasan, sehingga pejabat terkait yang menangani DAK di Simalungun berkesempatan untuk meraup keuntungan pribadi tanpa menjalani prosedur sesuai peraturan yang sah.

Pihak terkait yang berada dalam satu lingkaran yakni Kadisdik sebagai Panitia Pelaksanaan kegiatan, Konsultan (Harpen Sitindaon), Kabid, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Lusman Siagian dan Kepala Sekolah selaku Kuasa pengguna anggaran berusaha untuk mencari income masing-masing.

Ketua LSM Non Government Organization (NGO) Tim Observasi Penggunaan Anggaran Negara dan Anggaran Daerah (TOPAN-AD) Kabupaten Simalungun Wesley Saragih mengatakan proyek Swakelola  DAK Disdik Simalungun sarat penyimpangan.

Hal tersebut diutarakannya kepada wartawan di Kompleks Kantor Disdik Simalungun, Jumat (15/11/2019).

“Sangat banyak penyimpangan kita temukan. Pekerjaan Konstruksi bangunan sekolah Pemkab Simalungun yang bersumber dari dana DAK hanya sekitar 20-30 persen selebihnya dibagi-bagi kepada pejabat terkait,” ujarnya.

Wesly Saragih mengatakan pihaknya dapat membuktikan hasil temuannya karena telah turun ke lokasi sekolah yang mendapatkan dana DAK.

“Pelaksanaan kegiatan bisa kita buktikan karena kita sudah turun ke lokasi. Kalau hitung-hitungan katanya, ayo kita hitung belanja barang sesuai harga satuan berdasarkan harga standart teknik sipil,” tegasnya.

Menurut amatannya, Wesly Saragih menuturkan Pekerjaan Konstruksi bangunan sekolah Pemkab Simalungun yang bersumber dari dana DAK hanya sekitar 20-30 persen selebihnya dibagi-bagi kepada pejabat terkait

Ia  menyebutkan salah satu contoh seperti yang terjadi di SMP Negeri 1 Perumnas, Kecamatan Siantar, rehabilitasi ruang kantor satu ruang yang pagu anggarannya sangat fantastis sebesar Rp152. 248.000.

“Pada hal item pengerjaannya hanya meliputi penggantian seng, asbes, kramik, penggantian pintu dan kosen yang diduga hanya menelan sekira Rp70 juta setara 30 persen dari pagu anggaran,” ucapnya.

Wesly menambahkan pada kuda-kuda atap bangunan rehab sekolah SMP Negeri 1 Perumnas yang di pimpin Kepala sekolah SMP 1 Perumnas Sabrina Purba itu juga tetap memakai yang lama.

Tak hanya itu, ia menerangkan hampir seluruh sekolah SMP dan SD yang mendapat DAK sarat penyimpangan seperti di SD Tapian Dolok sengnya tidak diganti meski sudah busuk tetap dipakai.

Kuat dugaan pengerjaan Proyek DAK dikerjakan pihak ketiga. Atas temuan dugaan penyimpangan itu, Ketua LSM TOPAN Simalungun itu akan membuat laporan pengaduan kepada aparat penegak hukum (APH) baik Polres Simalungun maupun Kejaksaan Simalungun untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

Kadis Pendidikan Kabupaten Simalungun Elfiani Sitepu melalui PPK Lusman Siagian saat dikonfirmasi via selulernya, Jumat (15/11/2019) mengatakan yang mengerjakan DAK adalah kepala Sekolah.

“Yang mengerjakan Proyek DAK langsung Kepala sekolah. Harapan kita dikerjakan dengan baik. Kalau kira-kira tidak sesuai disuruh segera diperbaiki, coba konfirmasi kepala sekolahnya,” ucapnya.

Sayang, Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Perumnas Siantar Sabrina Purba sampai saat ini belum dapat dikonfirmasi lantaran tidak berada di tempat. (Mag-05)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button