Berita

Proyek Rp313 Juta Diduga Asal Jadi, Pengerasan Jalan Desa di Lobutua Humbahas Diminta Diaudit

FaseBerita.ID– Pengerasan jalan di Dusun II Desa Lobutua, Kecamatan Lintong Nihuta, Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), dengan sumber dana ADD tahun 2019 yang diduga asal jadi, diminta untuk diaudit.

Ketua LSM Pembela Rakyat (PAKAR) Kabupaten Humbang Hasundutan Sudirno Lumbangaol, Jumat (3/4), kepada wartawan mengatakan, saat ini ruas jalan yang baru dilakukan pengerasan sudah dalam kondisi memprihatinkan.

Dari amatannya, dimana campuran batu antara agregat dan bahan ikat yang digunakan untuk melayani beban lalu lintas sudah mulai hancur. Agregat yang biasanya dipakai dalam pengerasan jalan adalah batu pecah, batu belah dan batu kali, diduga volumenya dikurangi. Padahal, proyek dana desa itu menelan biaya Rp313.157.200.

“Menurut saya, cepatnya rusaknya jalan tersebut ada tiga faktor penyebabnya. Pertama ketidakkesesuaian mutu campuran batu dan kesalahaan perencanaan. Kedua, jasa kon sultan dan jasa kontruksi diduga tidak sesuai sehingga mutu pekerjaan tidak sesuai. Ketiga, kita lihat tidak adanya pengawasan ketat dari pihak Inspektorat,” terangnya.

Untuk itu, ia berharap kepada pihak Inspektorat untuk segera turun dan melakukan pemeriksaan. “Ini harus diaudit, jika tidak kita akan segera mengadukannya ke pihak kejaksaan,” tegas Sudirno.

Sementara, Sekretaris Desa Lobutua, Budi Manurung membenarkan kondisi ruas jalan yang baru dilakukan pengerasan sudah mengalami kerusakan. Ia mengaku, karena tanjakan jalan sangat tinggi sehingga dia menduga campuran batu yang dibuat yakni batu 10,15 dan sertu 57 tidak begitu mengikat.

“Kalau menurut kami, bentuknya sejak awal kita lihat tanjakan itu batunya itu memang tidak ada layak jadi pemasuknya turun, sertu naik 200 meter, sampai ke atas, kita pakai batu 10,15,sertu 57,” ungkap Budi.

Selain melihat tanjakan, menurut Budi, masalah kuantitas dan kualitasnya tidak begitu diketahuinya karena mengingat SDM di desanya tidak memahami. “Gimana mau kubilang karena terbatas SDM kami melihat kualitas dan kuantitas, memang bencana yang banyak disitu,” ucapnya.

Dikatakannya, proyek pengerasan jalan dengan volume panjang 1.100 dengan lebar 3 meter, merupakan dari perencanaan awal pembukaan jalan yang telah dibuka tahun anggaran 2017 lalu. Dimana, lokasi tersebut merupakan lokasi pertanian masyarakatnya.

Menurut dia, semenjak pelaksanaan hingga selesai belum ada dilakukan pemeriksaan oleh pihak Inspektorat. Jikapun ada, lanjut dia, pihaknya siap menerima jikapun ditemukan adanya kerugian.

“Gimana mau kubilang tergantung pemeriksa. Bagaimana pun kita pertanggungjawab kan karena dana ini 100 persen habis dan pencairan itu dilakukan pada tahap kedua di bulan 10,” ucapnya. (des/ram/smg)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button