Berita

Proyek Plafon Gedung DPRD Labuhanbatu Diduga Asal-asalan

FaseBerita.ID – Kualitas proyek pengerjaan plafon di Gedung DPRD Kabupaten Labuhanbatu dinilai asal-asalan. Pasalnya, belum sampai dua tahun selesai dikerjakan, plafon tersebut sudah rusak.

Pantauan wartawan di lokasi Gedung DPRD Labuhanbatu, Sabtu (27/7/2019), terlihat dua titik bagian plafon di dalam gedung jebol. Satu titik di dekat tangga, dan satunya lagi di sudut kiri atas terlihat terbuka lebar.

Pada saat bersamaan, terlihat sejumlah pekerja akan memperbaiki kerusakan plafon yang rusak. Mereka mengaku disuruh agar segera memperbaikinya.

Kepala Bagian Umum Sekretariat DPRD Kabupaten Labuhanbatu H Dame saat dikonfirmasi wartawan terkait hal ini, menganjurkan agar menanyakan perihal anggaran perbaikan plafon kepada Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek tersebut.

“Kalau anggaran perbaikan plafon yang rusak itu, tanyakan ke PPK proyek di Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU PR) Labuhanbatu,” ujarnya singkat kepada wartawan melalui seluler.

Sementara, Asisten pengawas proyek Dinas PU PR, Risfan saat dikonfirmasi wartawan mengatakan, anggaran perbaikan plafon dari perawatan rutin Kantor DPRD Labuhanbatu.

“Mungkin, anggarannya dari pemeliharaan rutin kantor DPRD,” balasnya singkat melalui Whatsapp pribadinya.

Namun, saat ditanya mengenai anggaran dan siapa pemborong yang mengerjakan proyek, Risfan tidak menjawab. Dia diduga langsung memblokir kontak Whatsappnya.

Menanggapi hal ini, salah seorang tokoh muda Labuhanbatu Indra Rinaldi, sangat menyesalkan rendahnya pengawasan dari pihak DPRD Labuhanbatu.

“Padahal di kantor pengawas pembangunan Labuhanbatu itu proyeknya. Tapi kualitas fisik pembangunannya tak bisa mereka kawal. Bagaimana mereka mau mengawasi kualitas proyek di luar gedung, kalau di dalam gedung mereka saja kualitas proyek rendah,” cetus Indra.

Selain itu, sambungnya, di DPRD ada komisi D yang membidangi kualitas proyek. “Apa 45 anggota dewan plus puluhan staf di DPRD tak melihat plafon gedung yang rusak dan membiarkannya semakin parah? Atau memang dibiarkan kualitas jelek agar setiap tahun oknum di DPRD mendapat jatah proyek perawatan gedung?,” sebutnya.

Indra menambahkan, dana proyek perawatan gedung DPRD Labuhanbatu dari APBD TA 2017. “Kalau tidak salah, anggarannya sekitar Rp1,2 miliar. Kami berharap, pihak Kejaksaan Negeri Labuhanbatu dapat segera mengusut proyek tersebut,” tandasnya. (bud/ahu)

iklan usi



Back to top button