Berita

Proyek Pasar Tojai Siantar Senilai Rp1,7 M Mulai Diusut Tipikor

SIANTAR, FaseBerita.ID– Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polres Siantar tengah melakukan penyelidikan terhadap pembangunan proyek Pasar Tojai, yang menghabiskan anggaran sebesar Rp1,7 dari Dana Alokasi Khusus (DAK) APBD Siantar tahun 2018.

Pasalnya, meski sudah menghabiskan anggaran sebesar itu, namun hingga sekarang, Pasar Tojai belum dimanfaatkan.

Pantauan wartawan, Rabu (5/2) Pasar Tojai yang terletak di Jalan Tojai, Kecamatan Siantar Sitalasari ini tampak kumuh. Semak belukar mulai menutupi jalan masuk ke pasar tradisional tersebut. bahkan, langit-langit kios tampak sudah mulai keropos. Pintu kios juga banyak mulai lapuk. Tumpukan sampah juga berserakan di lokasi pasar.

Lokasi yang berada dekat dengan pemukiman padat penduduk ini juga tampak menjadi tempat aktivitas perjudian. Pasalnya, ada sekitar empat pria paruh baya berkumpul bermain kartu di sana.

Kasat Reskrim Polres Siantar Iptu Nur Istiono mengatakan, tim Unit Tipikor terus melakukan penyelidikan dengan memanggil saksi-saksi dan mengumpulkan barang bukti.

Namun, ia belum mau memaparkan hasil penyelidikan. Namun pihaknya bisa memastikan kasus dugaan korupsi itu akan tetap berlanjut.

Iptu Nur Istiono mengatakan, penyelidikan telah bergulir sejak tahun 2018. Namun, pihaknya semakin curiga lantaran proyek yang menelan anggaran sebegitu besar belum juga dimanfaatkan.

“Masih kita dalami. Ini masih pendalaman lah. Tapi tetap masih lanjut itu. Kita telusuri terus. Belum tahu kita arahnya ini. yang pasti kita akan selidiki terus,” pungkasnya.

Sementara Plt Kadis Perindustrian dan Perdagangan Jadimpan Pasaribu mengatakan, pembangunan Pasar Tojai selesai tahun 2017. Saat ditanya mengapa pasar itu tidak dimanfaatkan, Jadimpan mengatakan, masalah itu, bukan lagi tanggungjawab mereka karena sudah diserahkan kepada PD Pasar Horas Jaya.

“Gimana aku menjelaskannya ya. Karena yang menggunnakan itu adalah PD Pasar. Tapi kalau proses bangunan sudah selesai sejak tahun 2017,” bebernya sembari mengatakan, dia menjabat sebagai Kadis di instansi tersebut empat bulan sebelum peresmian.

Sementara Direktur Utama PD Pasar Bambang Kancono Wahyono mengaku kalau dirinya telah dipanggil pihak kepolisian untuk dimintai keterangan. Katanya, karyawan PD PHJ sudah memberikan data pengalihan aset dari Disperindag.

“Diminta untuk klarifikasi ada. Dan membawa staff sesuai bagiannya. Kita kirim staff. Aset itu diterima jadi aset PD PHJ akhir tahun 2018. Iya kita sudah konfirmasi ke Kasat. Minta data saja. Anggota saja yang melengkapinya,” ujarnya.

Bambang mengatakan, untuk program Pasar Tojai akan dialihkan menjadi pasar khusus. Misalnya, Pasar Ikan Hias atau Pasar Burung. Katanya, pernah mencoba untuk menjadi pasar yang  menjual kebutuhan pokok, tetapi tidak menguntungkan pedagang.

“Itu kemarin sudah dibuat pasar tradisional, tapi ada beberapa sektor perhubungan angkutan tidak masuk ke dalam dan tidak mendukung pedagang. Rencana kita operasikanlagi itu. Maret ini sudah jalan. Kita data nanti pedagang,” katanya.

Saat disinggung lokasi itu menjadi lapak perjudian, Bambang mengaku tidak tahu. Katanya sudah menugaskan petugas kebersihan untuk mengutip sampah atau memotong rumput di sana.

“Sejauh ini kita nggak tahu kalau lokasi itu dijadikan perjudian. Sering kita turunkan petugas untuk membersihkan.

Bagian depan itu sudah dibangun terdahulu. Yang dalam itu anggaran 2018. Kita terima aset saja,” pungkasnya. (Mag 04/fi)

Unefa

Pascasarjana


Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
Close