Berita

Protokol Kesehatan di Palas: Tidak Pakai Masker, Didenda Rp150 Ribu

FaseBerita.ID – Satgas penanganan Covid-19 Kabupaten Palas melakukan razia penerapan disiplin protokol kesehatan, Rabu (16/9). Kepada warga diberlakukan pencatatan data, bagi warga yang terjaring, tidak menggunakan masker.

Razia ini menindaklanjuti Perbup nomor 31 tahun 2020 tentang penerapan disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan sebagai upaya pencegahan dan pengendalian Covid-19 yang diterbitkan 19 Agustus 2020 lalu. Namun sosialisasinya dianggap warga belum maksimal dan efektif.

Dalam operasi ini dikabarkan telah melakukan teguran lisan kepada 100 orang dan teguran tertulis sebanyak 100 lembar serta pembagian 150 masker kepada warga masyarakat yang sedang melintas tanpa mematuhi protokol kesehatan.

Dan untuk penegakan hukum bagi yang melanggar Perbup nomor 31 tahun 2020 setelah pelaksanaan sosialisasi dan imbauan, akan ada tim khusus yang akan melakukan razia.

Di situ sekaligus akan memberlakukan sanksi bagi para pelaku usaha atau warga yang tetap membandel tidak mengindahkan peraturan, dikenakan denda Rp5.000 sampai Rp150.000.

“Saya sangat mendukung tujuan pemerintah dalam rangka pelaksanaan penerapan protokol kesehatan ini. Hanya saja, pelaksanaan sosialisasinya masih kurang maksimal, sehingga bagi kami warga desa yang tinggal di perkampungan belum mengetahui adanya peraturan yang dikeluarkan Bupati terkait protokol kesehatan, sehingga saya merasa terjebak,” tukas Ahmad, warga Desa Tano Bato.

Sementara Ketua Satgas penanganan Covid-19 Kabupaten Palas HM Hamka Harahap razia itu bagian dari sosialisasi protokol kesehatan. Dan di kesempatan itu juga dilakukan bagi-bagi masker bagi pengendara yang melintas.

“Sosialisasi sambil bagi masker dan peringatan untuk setiap ke luar rumah wajib pakai masker, sampe di situ baru. Kalau sudah dibagi masker dan diingatkan baru penindakan,” jelas Hamka.

Sedang menurut Kadis Kominfo selaku jubir Satgas Covid-19 palas Marza Jennova sosialisasi sudah dilakukan tim secara maksimal. Malah Marza mempertanyakan warga mana yang mengklaim, jika sosialisasi perbup 31 ini belum efektif. Malah sebaliknya, razia ini diklaim sebagai sosialisasi. Bukan tindakan hukuman.

“Sosialisasi sudah dilakukan oleh Tim Satgas, jika sosialisasi belum efektif kata warga, mohon maaf warga yang mana? Gugus tugas sudah berusaha maksimal untuk sosialisasi perbup 31 tersebut, namun pasti belum sempurna karena kesempurnaan itu hanya milik Allah. Adinda bisa komunikasi dengan Dinkes dan BPBD karena mereka lah koordinator satgas yang bertugas dalam sosialisasi ini. Ya menindak dengan teguran atau lisan itu bagian dari sosialisasi, kan yang nggak punya masker dikasih masker, jangan ini dianggap hukuman,” tukas Marza. (tan)





Back to top button