Berita

Protes Lokasi Pemakaman, Warga Silandit Sidimpuan Blokir Jalan

Jenazah Suspek Covid-19 Sempat Telantar

FaseBerita.ID – Puluhan warga Silandit, Kecamatan Padangsidimpuan (Psp) Selatan dan dari Desa Aek Bayur, Kecamatan Psp Batunadua, Senin (31/8) petang, memblokir jalan menuju TPU milik Pemko di Silandit, yang dijadikan sebagai pemakaman jenazah Covid-19. Akibatnya, jenazah Suspek telantar.

Forkominda pun turun ke lokasi guna melakukan mediasi. Namun, warga tetap bertahan agar pemakaman untuk jenazah Covid-19 tak lagi dilakukan di tempat tersebut.

Salah seorang perwakilan warga, Sulaiman Lubis mengatakan, lokasi ini harus dikaji ulang dan tidak layak sebab katanya berada dekat dengan sekolah dan banyak anak-anak mereka bersekolah di sana.

Sementara itu, Irfan Harahap, Koordinator warga menyampaikan bila perkuburan ini dijadikan sebagai pemakaman jenazah covid-19 tanpa sosialisasi.

Beberapa alasan lain warga, di antaranya air yang mengalir dari atas bukiy sebagai lokasi pemakaman dapat mencemari sumber air warga dan terancam menyebarkan virus.

Menanggapi itu, Wali Kota Psp Irsan Efendi Nasution menyampaikan bahwa lokasi yang terletak di atas sesuai dengan bukti kepemilikan adalah yang pernah dibeli Pemko dengan luas 3,2 Ha. Kemudian, di bulan Maret mulai munculnya Covid-19 sudah menetapkan lahan TPU milik Pemko ini dijadikan sebagai tempat pemakaman korban covid-19.

“Dan lokasi TPU ini, sudah sesuai dengan pertimbangan yang jelas dan jauh dari pemukiman. Dan dampaknya juga sudah kami kaji dari gugus tugas,” kata dia.

Lalu, jarak pemakaman katanya, juga sudah sesuai dengan kajian dan layak digunakan. Sebab kata dia, Tim juga sudah turun melakukan sosialisasi namun belum ada kesepakatan.

“Saya menawarkan kepada warga bila keadaan di luar kehendak kita terjadi, sudah ada lubang tempat penguburan. Ada 10 lubang, yang sudah disiapkan sejak awal. Dan lokasi itu juga sudah kita ekspose di media,” kata Irsan.

Ia pun bermohon, untuk malam ini ada jenazah yang harus dimakamkan.Dan selanjutnya akan dipindahkan ke tempat yang lebih ke sudut atau paling jauh dari pemukiman, di lahan TPU yang sama.

Kemudian tentang sekolah, Pemko kata Irsan, sedang melakukan kajian, anak-anak sementara tidak sekolah sesuai dengan semua aturan turunan dari pimpinan di pusat. Dan terkait dengan sekolah, pihak sekolah harus rapat dan semua orangtua setuju dilakukan sekolah tatap muka. Dan jika tidak beresiko lagi, sekolah dibuka kembali seperti biasa.

“Soal APD yang berserakan akan saya jadikan atensi, begitu juga dengan penggunaan sirene. Kumpulkan petugas dan jumpakan dengan masyarakat. Dan mereka sudah mengakui tidak ada petugas yang melakukan pembuangan APD secara sembarangan,” katanya.

Soal lokasi lain, kata Irsan, hanya TPU tersebut aset tanah yang paling tepat dan sesuai dengan aturan protokol Covid-19. “Jalan ke atas akan kita portal, dan akan kita pagar. Kita akan lakukan penyemprotan, di sekitar areal pemakaman,” tawarnya.

Hingga pukul 20.30, jenazah belum dimakamkan. Sebelumnya, Senin (31/8) sekitar pukul 17.00 WIB, salah seorang pasien suspek covid-19 yang dirawat di ruangan isolasi RSUD Kota Padangsidimpuan dinyatakan meninggal dunia.

Telah Dimakamkan

Sebelumnya, pasien suspek Covid-19 di Kota Padangsidimpuan meninggal dunia. Perempuan berinisial ZL, 51, meninggal saat menjalani perawatan di ruang isolasi, Senin (31/8) sore.

Plt. Direktur RSUD Sopian Subri Lubis yang sedang menjalani isolasi mandiri, via telepon membenarkan meninggalnya seorang pasien suspek Covid-19. “Semalam dengan hari ini, sudah dua pasien suspek yang meninggal,” katanya.

Dijelaskan, pasien ZL merupakan warga Kecamatan Padangsidimpuan Batunadua. Sebelum ini, akibat penyakit yang dideritanya, sempat dirawat di salah satu rumah sakit swasta di Kota Psp.

Minggu (30/8) sore, pasien ZL dirujuk ke RSUD Psp yang merupakan Rumah Sakit Rujukan Nasional Covid-19. Setelah diobservasi, diagnosa dokter menemukan tanda-tanda yang mirip dengan gejala Covid-19.

Usai keluarga membuat surat pernyataan persetujuan, maka pasien diambil sampel swab dan dirawat di ruang isolasi. Sekitar 24 jam diisolasi, pasien menghembuskan nafas yang terakhir. “Pasien meninggal sore. Langsung dipulasari dan malam ini dimakamkan sesuai protokol penanganan jenazah pasien Covid-19 di perkuburan khusus Kelurahan Silandit,” jelasnya.

Proses pemakaman sempat terhalang aksi protes warga Kelurahan Silandit dan Desa Aek Bayur. Mereka keberatan jenazah terkait Covid-19 dimakamkan di lahan aset Pemko Psp itu. Jalan diblokir dengan membakar ban bekas dan membentang spanduk penolakan.

Sekira pukul 20.00, Walikota Psp Irsan Efendi Nasution bersama Kapolres AKBP Juliani Prihartini, Dandim 0212/TS Letkol Inf Roy Chandra Sihombing medatangi lokasi dan berdialog dengan warga.

Enam orang perwakilan warga Kelurahan Silandit dan Desa Aek Bayur mengutarakan apa alasan mereka menolak pemakaman jenazah terkait Covid-19 di lokasi itu. Antara lain karena pasca penguburan sejumlah alat pelindung diri (APD) berserakan di lokasi pemakaman.

“Untuk malam ini, mohon izinkan jenazah saudari kita yang sudah berada di ambulan kita makamkan. Besok, liang kubur persiapan kita pindah ke titik paling jauh dan bapak ibu yang tentukan,” ajak Irsan.

Mengenai pengaman lokasi, portal segera dipasang di pintu jalan masuk. Tentang sosialisasi, sama sekali tidak ada terlambat. Karena jauh sebelum ini atau pada bulan Maret kemarin sudah banyak diberitakan media.

“Belum adanya solusi pertemuan GTPP dengan warga. Atas nama Wali Kota dan tim GTPP saya meminta maaf. Malam ini, kami di sini termasuk untuk menuntaskan solusi itu,” jelas Irsan.

Kenapa loaksi ini ditetapkan sebagai lokasi perkuburan khusus, Walikoa menyebut ini sudah melalui pertimbangan, penelitian dan rapat tim GTPP. Kemudian lokasi ini aset Pemko Padangsidimpuan dan sejak awal untuk kuburan.

“Petugas pemakaman dan kendaraan selalu disterilkan. Mulai dari menuju rumah sakit, saat membawa jenazah, pemakaman, dan setibanya di tempat karantina. Pakaian dibakar, orang dan kedaraannya disterilisasi,” jelas Irsan.

Selanjutnya warga menyetujui pemakaman jenazah dilakukan. Kemudian enam perwakilan itu menyampaikan hasil keputusan rapat kepada warga masing-masing, dan minta kepada Wali Kota, Kapolres dan Dandim 0212/TS mengagendakan pertemuan berikutnya. (san/yza/bsl)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button