Berita

Prokes Pencegahan Covid, Gubsu: Kerumunan akan Dibubarkan

FaseBerita.ID – Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi bersama Kapoldasu Irjen Pol Martuani Sormin menegaskan agar masyarakat tetap mematuhi protokol (prokes) pencegahan Covid-19. Jangan membuat kegiatan yang membuat kerumunan, karena akan dibubarkan.

“Saya mengharapkan dan meminta kepada masyarakat Sumut tetap mematuhi protokol kesehatan pencegahan Covid-19 secara konkret. Siapapun yang tidak mematuhi protokol kesehatan tersebut, maka saya akan tindak tegas,” kata Gubsu Edy Rahmayadi, didampingi Kapoldasu Irjen Pol Martuani Sormin saat di Rumah Dinas Kapolda Sumut Jalan Walikota Medan, Kamis (19/11).

Ia menyebutkan, kondisi Sumut dalam penanganan Covid-19 saat ini cukup terkendali. Sebelumnya angka penularan terkonfirmasi positif mencapai 250 kasus baru per hari. Tetapi kini sudah drastis menurun sekitar 70 – 80 per hari.

“Begitu pula grafik angka kesembuhan cukup baik sekitar 82 persen dari total kasus terkonfirmasi positif. Meski demikian, angka kematian masih cukup tinggi sekitar 4 persen,” katanya.

Edy yang juga Kepala Satgas Penanganan Covid-19 Sumut menyatakan, saat ini sudah ada Pergub (Peraturan Gubernur) yang mendasari Inpres Nomor 6/2020 tentang Peningkatan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan dalam Pencegahan dan Pengendalian Covid-19. Dan, dalam waktu dekat akan ada Perda (Peraturan Daerah). Dalam Perda tersebut ada denda hingga penindakan disiplin yang dilakukan.

“Apabila ada kegiatan-kegiatan yang membuat dampak dari penyebaran virus corona, akan kita bubarkan. Kita tidak memperbolehkan apapun bentuknya (kegiatan yang membuat kerumunan). Siang ataupun malam hari, kita akan lakukan patroli bersama guna menyelesaikan persoalan Covid-19 di Sumut,” tegas dia.

Diakui Edy, memang ada kendala-kendala yang dihadapi dalam penanganan Covid-19 di Sumut. Pun demikian, kendala itu tidak terlalu berarti dan masyarakat masih mau mendengar imbauan pemerintah provinsi.

Kapolda Sumut, Irjen Pol Martuani Sormin, mengatakan sepenuhnya mem-backup kebijakan gubernur Sumut dalam memutus rantai penularan Covid-19. “Saya sudah laporkan kepada gubernur, terkait posisi (peringkat) Sumut dalam kasus penyebaran Covid-19 di Indonesia. Saat ini, Sumut berada di peringkat 8 dari sebelumnya peringkat 7 nasional,” kata Martuani yang juga Wakil Ketua II Satgas Penanganan Covid-19 Sumut.

Penurunan peringkat Sumut dalam kasus penyebaran Covid-19 di Indonesia, menurutnya, adalah sebuah kabar baik. Karena penyebaran virus corona bisa dihambat. Walau demikian, penanganan pandemi ini menjadi tugas bersama, bukan hanya pemerintah daerah tetapi juga seluruh lapisan masyarakat Sumut.

“Saya tegaskan, kami tidak ingin ada yang membuat keramaian atau kerumunan orang yang melanggar protokol kesehatan. Apapun bentuknya kerumunan, kami akan tindak tegas dengan membubarkan. Hal ini sesuai dengan kebijakan pemerintah pusat, yaitu Instruksi Presiden RI Nomor 6/2020,” tukasnya.

Angka Sembuh di Medan 5.899

Pemerintah Kota (Pemko) Medan melalui Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Kota Medan, terus memberikan kabar positif terkait penanggulangan Covid-19 di Kota Medan. Salahsatunya tentang peningkatan angka kesembuhan pasien Covid-19.

Juru Bicara (Jubir) Covid-19 Kota Medan dr Mardohar Tambunan MKes, mengatakan hingga saat ini, jumlah pasien yang sembuh dari Covid-19 di Kota Medan terus meningkat dan dinilai cukup banyak.

“Data terakhir, Rabu (18/11) sore kemarin, angka kesembuhan Covid-19 di Medan telah mencapai angka 5.899. Hal ini patut kita beri apresiasi,” ujar Mardohar Tambunan kepada wartawan di gedung Posko Satgas Covid-19 Kota Medan, Kamis (19/11).

Update data terkini di Satgas Covid-19 Pemko Medan, ada 295 suspek. Terkonfirmasi positif 7.349 orang, dinyatakan sembuh 5.899 orang, meninggal 309 orang dan total jumlah yang dirawat sebanyak 1.141 orang.

“Kita berharap kepada masyarakat, stakeholder, organisasi maupun lapisan masyarakat lainnya agar dapat melaksanakan kedisiplinan protokol kesehatan dengan baik dan benar,” ujarnya.

Saat ini, Pemko Medan fokus menggerakkan roda perekonomian di Kota Medan. Mengingat pertumbuhan ekonomi sebelumnya nol persen, Pemko Medan akan berusaha menaikkan kembali perekonomian secara perlahan. Untuk itu, semua butuh dukungan penuh dari masyarakat.

“Dengan disiplin yang kuat, kemauan yang kuat serta merasa punya tanggungjawab bersama, semuanya dapat diatasi dan perekonomian Kota Medan mudah-mudahan akan kembali stabil seperti sedia kala,” tuturnya.

Untuk itu, Mardohar kembali mengingatkan warga Kota Medan agar tetap mematuhi protokol kesehatan 3 M dari pemerintah, yaitu selalu menggunakan masker, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir atau hand sanitizer, serta menjaga jarak (social distancing) atau menghindari kerumunan.

“Semakin kita disiplin, semakin cepat pandemi ini berlalu,” pungkasnya.

Lebih 4.000 KTP Ditahan

Terpisah, Kepala Satu Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Medan, Muhammad Sofyan, mengatakan Pemko Medan masih terus melakukan sosialisasi serta tindakan-tindakan penegakan Peraturan Wali Kota (Perwal) No.27 Tahun 2020 tentang penerapan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) di tengah pandemi Covid-19.

Pemko melalui Satpol PP, masih terus melakukan razia-razia masker di seluruh kecamatan. “Razia masker tidak pernah berhenti. Selama masih ada pelanggaran protokol kesehatan yang tertuang dalam Perwal No.27/2020, maka tugas kita menegakkan Perwal terus berlanjut,” ujar Sofyan.

Kamis (19/11), pihaknya merazia masker di sejumlah titik, salahsatunya di Kecamatan Medan Marelan. Menurutnya, kesadaran masyarakat menggunakan masker semakin membaik. Hanya saja, di beberapa lokasi khususnya pinggiran Kota Medan, masih banyak yang tidak memakai masker.

“Kalau di pusat kota, secara keseluruhan sudah sangat baik. Itu sebabnya kami fokus razia di pinggiran Kota Medan,” jelasnya.

Hingga kemarin, total kartu identitas yang ditahan Satpol PP Kota Medan karena tidak memakai masker telah lebih dari 4.000 lembar KTP. Walau KTP hanya ditahan selama 3 hari dan kebanyakan KTO telah dikembalikan, namun diharapkan penahanan KTP dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mematuhi protokol kesehatan.

“Total penahanan KTP sudah 4.024 lembar. Dikembalikan 3.284 lembar, sisanya sebanyak 740 lembar masih kita tahan. Harapannya, ini bisa meningkat kesadaran masyarakat secara terus menerus dalam menerapkan protokol kesehatan Covid-19 yang tertuang dalam Perwal No.27/2020,” tutupnya. (sp/fi)

iklan usi



Back to top button