Berita

Program Merdeka Belajar Sudah Dipatenkan

FaseBerita.ID – Polemik nama program ‘Merdeka Belajar’ telah menemukan titik terang. Pasalnya, permasalahan di mana Sekolah Cikal yang telah mendaftarkan merek tersebut, kini telah menghibahkan hak atas slogan itu kepada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dan institusi pendidikan lainnya.

“Jadi kami pada kesempatan ini hendak menyampaikan bahwa Sekolah Cikal sudah siap untuk menghibahkan merek dagang dan merek jasa dari nama merdeka belajar kepada Kemendikbud,” ungkap Mendikbud Nadiem Makarim dalam telekonferensi pers, Jumat (15/8).

Kini Kemendikbud dan institusi pendidikan dapat menggunakan bersama slogan tersebut selama untuk kepentingan dunia pendidikan dan sesuai dengan aturan yang berlaku. Pihak yang memakai merek ini juga tidak perlu membayar kompensasi.

“Tidak ada kompensasi apa pun yang diberikan kepada Sekolah Cikal dalam bentuk apapun, nantinya penggunaan Merdeka Belajar bisa digunakan oleh banyak pihak tanpa harus mengeluarkan kompensasi, selama masih dalam kaitannya sesuai dengan kaidah dan aturan yang berlaku. Jadi tidak ada kompensasi,” tuturnya.

Pihaknya pun mengapresiasi langkah daripada Sekolah Cikal yang memberikan hibah kepada dunia pendidikan Indonesia dalam penggunaan merek tersebut. Sebab, menurut dia, tidak ada slogan yang lebih baik lagi selain Merdeka Belajar.

“Pendidikan adalah tanggung jawab bersama, sehingga Kemendikbud mengapresiasi semangat gotong royong dan kekeluargaan yang ditunjukkan dan dikedepankan oleh Sekolah Cikal. Tidak ada filsafat yang lebih tepat lagi,” tambah dia.

Kemudian Pendiri Sekolah Cikal Najelaa Shihab menegaskan kembali, semua pihak dapat menggunakan merek Merdeka Belajar, selama berhubungan untuk meningkatkan kualitas pendidikan Indonesia.

“Kemendikbud maupun pihak lain yang menggunakan Merdeka Belajar untuk kepentignan pendidikan dan ilmu pengetahuan itu dibebaskan oleh Cikal,” pungkasnya.

Sementara Pendiri Sekolah Cikal Najeela Sihab telah menghibahkan merek dagang Merdeka Belajar kepada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) serta institusi pendidikan yang berniat membangun kualitas pendidikan di Indonesia.

Adapun, salah satu alasan pihaknya menggratiskan penggunaan merek dagang itu adalah ingin ikut memberikan kontribusi kepada dunia pendidikan. Alasan pihaknya mendaftarkan Merdeka Belajar sebagai mereka dagang pun hanya untuk memperkuat bukti dan slogan tersebut tidak dipergunakan untuk kepentingan selain pendidikan.

“Kami mempunyai visi yang sama dalam mewujudkan pendidikan Indonesia yang berkualitas dan setara, keputusan menghibahkan hak atas merek Merdeka Belajar ini kami harap akan mengakhiri polemik dan sorotan yang sempat mengemuka,” kata dia dalam telekonferensi pers, Jumat (15/8).

Najeela juga menegaskan bahwa inisiasi pendaftaran itu tidak ada niatan untuk dikomersialisasi. Buktinya, sekarang pihaknya memberikan hak kepada setiap institusi maupun lembaga pendidikan yang ingin memakain istilah tersebut dengan gratis.

“Kami sama sekali tidak ada niat komersialisasi, kepentingan utama adalah anak, setelah melakukan kegiatan (Guru Belajar) itu, akhirnya kita mendaftarkan merek, tujuannya adalah upaya untuk mencatat dan melakukan kewajiban (pendidikan) kita,” ujarnya.

Menteri Pendidikan Nadiem Makarim pun menyambut baik hal tersebut. Pasalnya, dengan begitu, polemik yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir ini dapat berakhir.

“Kemendikbud memberikan apresiasi kepada Sekolah Cikal yang akan menghibahkan hak merek dagang Merdeka Belajar kepada Kemendikbud,” terang dia.

“Kami juga mengapresiasi Sekolah Cikal yang selama ini telah menggerakkan komunitas Guru Belajar selama bertahun-tahun dan bergotong royong untuk terus mengembangkan dunia pendidikan di Indonesia,” sambung Nadiem. (jp)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button