Berita

Pria Warga Tapsel Bikin Onar di Rumah Sakit, tapi Kemudian Dilepas

FaseBerita.ID – TP, seorang pria warga Kampung Darek, Kelurahan Wek VI, Kecamatan Padangsidimpuan (Psp) Selatan, diamankan Satpol PP dan Kepolisian setelah membuat onar di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Psp, Kamis (20/8) sore.

TP diduga sebelumnya merupakan sub agen judi toto gelap. Selain itu, ia sempat memegang usaha parkir di Rumah Sakit plat merah ini. Namun belakangan ia diketahui menderita penyakit stroke, di bagian kiri tubuhnya.

Beberapa hari ke belakang sebelum TP diamankan. Ia juga sempat merusak beberapa bagian bangunan kantor RSUD Kota Psp, di antaranya memecahkan kaca, merusak pagar Ruang Isolasi Perawatan Covid-19, mengacak-acak meja perawat di IGD, dan membongkar berkas di meja dokter di ruang gawat darurat itu.

Menurut salah seorang petugas keamanan rumah sakit. Pada 18 Agustus kemarin, TP saat itu mendatangi kantor administrasi RSUD Kota Psp, melempari kantor itu dengan batu hingga memecahkan kaca. Di situ, petugas keamanan mengusir TP hingga pergi.

Namun, TP kembali lagi membawa sebilah parang. Dan merusak pintu ruangan direktur dengan parang itu.

“Sebenarnya dokter, perawat dan masyarakat di sini sudah resah. Sudah dilapor juga ke polisi. Sampai-sampai kemarin, dia juga sempat meributi pedagang sate di depan situ, dilemparinya pakai pisau,” kata Satpam yang enggan namanya dicatat itu, menunjukkan sosok TP sebelum diamankan petugas.

Mereka menyaksikan TP berjalan dari IGD ke lapangan parkir. Ia kemudian berjalan ke arah koridor ruangan rawat. Dan tak lama kemudian, ia sudah berada lagi di ruangan IGD.

Di IGD, TP mengacak-acak laci meja dokter. Ia di sana mengaku mencari berkas Kartu Keluarga miliknya. Dan hasil Visum Et Repertum. meski sesungguhnya yang dicarinya itu tak ada di sana.

Tak lama kemudian, ia turun dari IGD ke arah kios-kios di seberang jalan.Membawa lembaran kertas. Lalu, meminta rokok, dan mengambil sendal warga yang tengah menjalin jala di kios itu. “Biarkan saja, daripada jadi persoalan. Biar buat dia saja,” kata warga pemilik sendal itu.

TP juga sempat membasuh kaosnya di halaman RSUD, dengan air pancuran yang diperuntukkan cuci tangan. Kaos berwarna merah itu dijemurnya di pagar RSUD itu.

TP kemudian diamankan Petugas Satpol PP dan Polisi yang datang kemudian. Ia dibawa ke Kantor Satpol PP .
KBO Sabhara Polres Psp AKP Romli meminta warga yang mengenal TP untuk mendatangkan keluarganya segera, agar disepakati bagaimana tindaklanjut penanganan untuk TP.

Menurut warga, harapan mereka agar TP diamankan saja dan jangan sampai dilepaskan lagi hingga mengulang kekacauan di RSUD Kota Psp dan sekitarnya. Sebab sudah berulang kali.

“Sudah sering dibawa, tapi datang lagi. Sebenarnya masyarakat banyak yang sudah mau ambil tindakan, karena mengganggu dan memukul warga. Parahnya, kemarin dia buang air besar, masa iya kotorannya itu dilumurkannya ke mobil orang. Begitulah parahnya, makanya harapannya jangan dilepaskan lagi,” kata IB.

Sementara itu, Sopian Sobri yang saat ini menjadi Plt Direktur RSUD Kota Psp mengaku bahwa beberapa kerusakan RSUD Psp di antaranya, kaca kantor, pintu ruangan dan pagar Ruangan Isolasi.

“Kalau korban (luka) gak ada. Pagar kemarin gak sampai dijual, karena kita suruh mobil yang menjemput untuk membelinya itu agar pergi. Baru ini lah, meja diacak-acaknya, tadi malam handphone pekerja Ada yang hilang satu,” terang Sobri yang merangkap sebagai Kepala Dinas Kesehatan itu.

Dilepaskan Karena Dianggap Gila

Tak lama setelah diamankan Satpol PP, pada Kamis (20/8) sore, TP sudah kembali berada lagi di salah satu warung kopi di samping gedung RSUD Kota Padangsidimpuan. Polisi sebut, TP belum bisa ditindak secara hukum karena anggapan gila.

Menurut Kasat Reskrim Polres Psp, AKP Bambang Herianto Tarigan, TP sudah pernah diamankan menurut laporan seorang warga. Namun, karena TP dianggap gila, polisi hanya menahannya sementara kemudian dilepaskan lagi.

“406 itu, bagaimana kita menahan orang gila. Jadi kan kemarin sudah kita serahkan penanganan ke Satpol PP sama Dinas Sosial itu. Merekalah yang nanti menentukan, pemeriksaan kejiwaannya. Kalau ada, kita lanjutkan sampai ke Kejaksaan,” katanya. (san)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button