Berita

Pria ini Diringkus karena Mencuri di SDLB Tapteng

FaseBerita.ID – Seorang pria berinisial S alias K (25) warga Gang Prona, Kelurahan Sarudik, Kecamatan Sarudik, Tapanuli Tengah, mendekam dibalik jeruji besi usai melakukan pencurian di Sekolah Dasar Luar Biasa (SDLB) 087706 di Jalan Sibolga-Padangsidimpuan, Kecamatan Sarudik.

Sebelum diringkus polisi pada Kamis (6/8) sekira pukul 14.00 WIB, pria pengangguran ini berhasil menggasak dua buah kepala mesin jahit, sembilan karpet warna hijau, tiga jam dinding warna kuning dan sepuluh bola lampu dari SDLB tersebut.

Awal diketahui aksi maling di SDLB itu setelah salah seorang pengurus sekolah melihat adanya kejanggalan dalam ruangan tempat para siswa SDLB menimba ilmu pada Senin (20/7) lalu. Setelah diperiksa ke ruangan sekolah, pengurus SDLB melihat beberapa perlengkapan siswa telah hilang.

Atas kejadian tersebut, pihak dari SDLB langsung melaporkan ke Polres Tapteng dan kerugian ditaksir mencapai Rp3,8 juta.

Kapolres Tapteng AKBP Nicolas Dedy Arifianto melalui Paur Subbag Humas Ipda JS Sinurat, membenarkan adanya kejadian tersebut. “Iya benar. Tindak pidana pencurian dilakukan seorang pria berinisial S alias K(25) di SDLB. Berdasarkan laporan tersebut, Personil Polres Tapteng langsung melakukan penyelidikan,” ujarnya.

Ia juga mengatakan, selang beberapa minggu setelah aksi pencurian yang dilakukan S alias K, personil Polres Tapteng akhirnya berhasil mengungkap dan menangkap pencuri pada Kamis (6/8).

Lanjutnya, setelah personil mendapatkan informasi dari warga bahwasanya yang diduga sebagai pelaku, sedang berada di rumahnya, personil Polres Tapteng langsung mendatangi lokasi yang telah diinformasikan dan melakukan penangkapan tanpa ada perlawanan.

Dari tangan tersangka, petugas mengamankan barang bukti satu unit kepala mesin jahit, dua bola lampu, satu jam dinding, dan tiga bingkai foto ukuran besar.

Sambungnya, dalam kasus ini personil Polres Tapanuli Tengah masih melakukan pengembangan. “Guna mempertanggung jawabkan perbuatannya, S alias K bersama dengan barang bukti dibawa ke Polres Tapteng.” (tam)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button